Queensha.id – Jepara,
Perumda Air Minum Tirta Jungporo Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat melalui berbagai langkah pembenahan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Meski masih terdapat sejumlah keluhan pelanggan di beberapa wilayah, manajemen menyebut kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan, bukan berarti proses pembenahan berhenti.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Jungporo Jepara, Lukman Hakim, mengatakan peningkatan pelayanan dilakukan mulai dari penambahan sumber air baku, peningkatan kapasitas produksi, perbaikan jaringan distribusi, hingga penyehatan kondisi keuangan perusahaan.
Lima Sumur Baru Mulai Beroperasi
Salah satu langkah strategis yang dilakukan PDAM Jepara pada 2026 adalah membangun lima sumur baru sebagai sumber air baku.
Kelima sumur tersebut terdiri atas:
- Dua sumur di Bulungan.
- Dua sumur di Krapyak.
- Satu sumur di Kelurahan Bapangan.
Pembangunan sumur baru tersebut diprioritaskan untuk memperkuat pasokan air bersih di wilayah Kecamatan Jepara Kota dan sekitarnya yang memiliki jumlah pelanggan cukup besar serta kebutuhan air yang terus meningkat.
Seluruh sumur baru tersebut mulai beroperasi pada September 2026, sehingga secara bertahap mampu menambah pasokan air ke jaringan distribusi.
Aliran Air Mulai Membaik di Sejumlah Wilayah
Tambahan kapasitas produksi air mulai memberikan dampak positif terhadap pelayanan di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami tekanan air rendah maupun aliran yang kurang lancar.
Beberapa wilayah yang mulai merasakan peningkatan layanan antara lain:
- Bulungan
- Bapangan
- Saripan
- Pengkol
- Potroyudan
- Krapyak
- Demaan
- Karang Bagusan
- Kuwasen
- Wonorejo
- Kedungcino
- Bandengan
“Setelah sumber air baru mulai beroperasi, aliran di sejumlah wilayah secara bertahap mulai membaik. Namun, kami tetap melakukan evaluasi distribusi karena kondisi setiap wilayah berbeda,” ujar Lukman saat dikonfirmasi awak media, Senin (21/9/2026).
Distribusi Air Dipengaruhi Banyak Faktor
Lukman menjelaskan, pelayanan air bersih tidak hanya bergantung pada ketersediaan sumber air baku.
Menurutnya, distribusi air ke rumah pelanggan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis seperti:
- Kondisi jaringan pipa.
- Tekanan distribusi.
- Kapasitas pipa.
- Elevasi wilayah.
- Pola penggunaan air oleh pelanggan.
Karena itu, PDAM terus melakukan evaluasi terhadap sumber produksi maupun jaringan distribusi agar tambahan debit air dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kami mengakui masih ada wilayah yang pelayanan airnya belum maksimal. Terlebih pada musim kemarau, debit sejumlah sumur produksi dapat mengalami penurunan. Karena itu, setiap hari kami terus mengecek dan mengevaluasi sumber-sumber produksi agar tetap dapat beroperasi secara optimal,” jelasnya.
Wilayah Kedung Jadi Target Pembenahan Berikutnya
Selain wilayah perkotaan, PDAM Jepara juga menargetkan peningkatan pelayanan di wilayah selatan, khususnya Desa Kedung dan sekitarnya.
Program tersebut meliputi pembangunan sumber air baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Kedungmalang dan wilayah sekitarnya.
Manajemen menargetkan proyek tersebut selesai dan mulai beroperasi pada November 2026.
Sementara pada tahun 2027, PDAM telah menyiapkan program lanjutan untuk memperbaiki pelayanan di wilayah-wilayah yang masih mengalami kendala pasokan air.
“Wilayah yang saat ini masih memiliki persoalan pelayanan akan terus kami petakan. Dari pemetaan tersebut kemudian kami tentukan langkahnya, apakah melalui penambahan sumber air, perbaikan jaringan, pengaturan distribusi atau langkah teknis lainnya,” kata Lukman.
Penyehatan Keuangan Jadi Prioritas
Selain pembenahan teknis, PDAM Jepara juga fokus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.
Berdasarkan data per 31 Desember 2025, tunggakan pelanggan aktif mencapai sekitar Rp7,6 miliar. Sebagian pelanggan diketahui menunggak pembayaran hingga lebih dari satu tahun meskipun sambungan air masih aktif.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam membiayai operasional, pemeliharaan jaringan, hingga pengembangan pelayanan.
Sepanjang 2026, PDAM memperkuat langkah penagihan kepada pelanggan yang masih memiliki tunggakan.
Hasilnya, hingga September 2026, perusahaan berhasil menagih sekitar Rp6,1 miliar dari total tunggakan tersebut.
“Penagihan tunggakan merupakan bagian dari pembenahan perusahaan. Ketika piutang dapat ditekan dan penerimaan meningkat, kemampuan perusahaan untuk menjaga operasional dan melakukan perbaikan pelayanan juga semakin kuat,” terang Lukman.
Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan
Meski mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, PDAM Jepara menegaskan proses pembenahan akan terus dilakukan secara bertahap.
Masukan, kritik, maupun keluhan masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami tidak mengatakan semua persoalan sudah selesai. Masih ada yang harus kami perbaiki. Tetapi kami memastikan pembenahan terus berjalan, baik dari sisi sumber air, distribusi, pelayanan maupun keuangan perusahaan,” tegas Lukman.
Dengan berbagai langkah tersebut, Perumda Air Minum Tirta Jungporo Jepara berharap mampu meningkatkan ketersediaan air bersih, memperbaiki kontinuitas distribusi, memperkuat kesehatan perusahaan, serta memberikan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat Kabupaten Jepara.
***
Sumber: Queensha Jepara/PDAM Jepara.

Tinggalkan Balasan