Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Express Bahari terkait pembangunan dan perbaikan fasilitas Pelabuhan Penyeberangan Karimunjawa. Penandatanganan dilakukan di Ruang Kerja Bupati Jepara, Kamis (10/9/2026), sebagai langkah memperkuat infrastruktur transportasi laut sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jepara, Deni Hendarko, menjelaskan saat ini layanan penyeberangan Express Bahari didukung oleh empat armada yang masih dinilai mampu memenuhi kebutuhan wisatawan menuju Karimunjawa.

“Untuk saat ini ada empat armada Express Bahari. Sementara cukup untuk membawa wisatawan,” ujar Deni.

Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas fasilitas transportasi laut. Setelah pembenahan di Pelabuhan Kartini Jepara, kini perhatian difokuskan pada peningkatan fasilitas di Pelabuhan Karimunjawa.

Beberapa fasilitas yang akan diperbaiki meliputi pembangunan selasar beratap bagi penumpang yang turun dari kapal, renovasi ruang tunggu, toilet atau MCK, mushola, perbaikan lantai pelabuhan, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Selasar turun dari kapal, kemarin tidak ada atap. Kita minta ada atap. Kemudian perbaikan ruang tunggu, MCK, mushola, lantai dan lainnya,” jelasnya.

Perjanjian kerja sama tersebut akan berlangsung selama lima tahun dengan harapan mampu memberikan pelayanan yang lebih nyaman dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan peningkatan fasilitas di Karimunjawa menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya potensi kunjungan wisatawan dari berbagai daerah.

“Ini dilanjutkan di Karimunjawa. Kalau kunjungan banyak, tugas kami merealisasikan jalan Karimunjawa agar bagus semuanya,” kata Witiarso.

Ia menegaskan pengembangan Karimunjawa tidak hanya berfokus pada keindahan pantai dan kekayaan sumber daya alam. Menurutnya, potensi wisata daratan juga harus dikembangkan agar aktivitas ekonomi masyarakat semakin merata.

“Tidak hanya eksplorasi SDA-nya saja. Wisata daratan juga harus dieksplor. Jadi ekosistem pariwisata hidup, tidak hanya di pantai saja,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Jepara juga mulai mendorong lahirnya konsep wisata baru berupa wisata pendidikan, seperti program pembelajaran bahasa Inggris, guna menarik segmen wisatawan yang lebih luas sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan di Karimunjawa.

“Kami mendorong wisata pendidikan juga, seperti wisata pendidikan bahasa Inggris. Ini untuk menciptakan pasar baru,” tutur Witiarso.

Pemerintah daerah juga berharap Express Bahari dapat membuka akses penyeberangan menuju pulau-pulau lain di sekitar Karimunjawa, termasuk Pulau Nyamuk. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan wisatawan yang selama ini terpusat di satu lokasi sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat kepulauan.

“Diharapkan juga agar Express Bahari bisa membuka jalur di pulau-pulau lain seperti Nyamuk, agar wisatawan tidak numpuk di satu titik,” katanya.

Witiarso menambahkan bahwa keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kebersihan lingkungan. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga kebersihan kawasan agar wisatawan merasa nyaman selama berkunjung.

“Kebersihan dan wangi harus dijaga. Biar wisatawan nyaman,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PT Pelayaran Sakti Inti Makmur, Kurmin Halim, menyatakan pihaknya menyambut baik kerja sama dengan Pemkab Jepara. Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan akan memberikan dampak positif terhadap pelayanan penumpang sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Karimunjawa.

“Kami mendukung kerja sama ini. Harapannya fasilitas pelabuhan semakin baik sehingga masyarakat dan wisatawan semakin nyaman,” tandas Kurmin.

 

***

Sumber: WHY/Diskominfo Jepara.