Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan keseriusannya dalam mengantisipasi wilayah langganan kekeringan yang setiap tahun terdampak musim kemarau. Sejumlah desa yang selama ini mengalami krisis air bersih mulai ditangani melalui program pembuatan sumur bor dan pipanisasi pada tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan agar persoalan kekurangan air bersih tidak terus berulang di masa mendatang, terutama di daerah-daerah yang selama ini bergantung pada bantuan droping air bersih saat musim kemarau tiba.

Pemerintah Kabupaten Jepara bahkan telah menganggarkan dana lebih dari Rp 1,7 miliar untuk penanganan kekeringan, baik bersifat darurat maupun jangka panjang.

 

Pemkab Jepara Prioritaskan Penanganan Permanen

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan bahwa langkah cepat yang dilakukan pemerintah saat ini adalah menyediakan bantuan air bersih bagi desa rawan kekeringan melalui droping air.

Namun untuk solusi jangka panjang, Pemkab Jepara fokus membangun sumur bor dan jaringan pipanisasi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan air bersih setiap musim kemarau.

“Pemerintah Kabupaten Jepara tahun ini benar-benar serius dalam mengantisipasi daerah yang sering menjadi langganan kekeringan,” ujarnya kepada awak media, Jumat (15/5/2026) siang.

 

Desa Kunir dan Bategede Sudah Rampung

BPBD Jepara menyebutkan, sejumlah program penanganan kekeringan tahun 2026 telah mulai terealisasi. Di antaranya pembangunan pipanisasi di Dukuh Kunir serta penyambungan jaringan air bersih di Dukuh Sentul, Desa Bategede.

Selain itu, beberapa desa lainnya juga masih dalam proses pengerjaan pembangunan sumur bor dan jaringan air bersih.

Desa-desa tersebut meliputi:

  • Desa Clering
  • Desa Sumberrejo
  • Desa Cepogo
  • Desa Tengguli
  • Desa Kepuk
  • Desa Banjaran

Total Anggaran Capai Rp 1,747 Miliar

Arwin menjelaskan, total anggaran penanganan kekeringan tahun 2026 mencapai sekitar Rp 1,747 miliar.

Dana tersebut berasal dari:

  • Bantuan CSR sebesar Rp 450 juta
  • APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp 1,297 miliar

Anggaran itu digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur air bersih di sejumlah wilayah yang selama ini rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

 

Penanganan Kekeringan Berlanjut Tahun 2027

Tak berhenti di tahun ini, Pemerintah Kabupaten Jepara juga telah menyiapkan program lanjutan untuk tahun 2027 dengan anggaran yang hampir sama.

Beberapa wilayah yang akan menjadi sasaran penanganan berikutnya antara lain:

  • Dukuh Soko
  • Dukuh Bumiharjo
  • Dukuh Karangrejo
  • Dukuh Karangsari di Desa Clering, Kecamatan Donorojo
  • Dukuh Alang-alang Ombo, Desa Sumberrejo
  • RT 01 dan RT 02 RW 05 Desa Kemojan, Kecamatan Karimunjawa

Program tersebut diharapkan mampu menjadi solusi permanen bagi masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

Dengan pembangunan sumur bor dan pipanisasi yang terus dilakukan, Pemkab Jepara berharap ketergantungan terhadap droping air bersih dapat berkurang secara bertahap di masa mendatang.

 

***

Wartawan: Yusron.

Sabtu, 16 Mei 2026.