Queensha.id – Jepara,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara serentak ke 21 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 kecamatan pada Senin (14/9/2026) dini hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman, higienis, dan memenuhi standar gizi sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Sejak sekitar pukul 03.00 WIB, saat sebagian besar masyarakat masih beristirahat, tim gabungan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Puskesmas, pemerintah kecamatan, hingga unsur Forkopimcam telah bergerak mendatangi dapur-dapur MBG. Semangat nyengkuyung atau gotong royong tampak mewarnai pelaksanaan pengawasan tersebut.
Bupati Jepara H. Witiarso Utomo juga memantau jalannya pemeriksaan melalui koordinasi langsung dengan para camat di seluruh wilayah.
Tindak Lanjut Dugaan Keracunan MBG di Mlonggo
Sidak serentak ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Jepara setelah muncul dugaan keracunan pada penerima manfaat program MBG di Kecamatan Mlonggo beberapa waktu lalu.
Sebanyak 21 SPPG di 16 kecamatan diperiksa secara bersamaan. Sementara itu, Kecamatan Karimunjawa belum menjadi lokasi pemeriksaan karena SPPG di wilayah tersebut masih belum beroperasi.
Berbeda dengan pemeriksaan rutin yang biasanya dilakukan saat makanan siap didistribusikan, kali ini petugas datang ketika proses memasak baru dimulai agar seluruh tahapan produksi dapat diawasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, menjelaskan bahwa keamanan pangan tidak hanya dilihat dari hasil akhir, tetapi juga dari seluruh proses pengolahan.
“Yang kita lihat bukan hanya makanannya aman atau tidak, tetapi bagaimana prosesnya. Mulai dari bahan baku, cara memasak, tahapan pengolahan, sampai apakah semua prosedur dalam juknis benar-benar dilalui,” jelas Hadi.
Sampel Makanan, Air Bersih, hingga Kebersihan Alat Diperiksa
Selain mengawasi proses memasak, tim kesehatan juga memastikan makanan yang disajikan memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Vita Ratih Nugraheni, mengatakan petugas mengambil sampel makanan serta melakukan pemeriksaan terhadap kebersihan alat makan, air bersih, dan air minum.
“Yang kita tes ada tiga, yaitu sampel makanan, usap alat makan, serta air bersih dan air minum,” ujarnya.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mencegah potensi kontaminasi yang dapat membahayakan kesehatan para siswa penerima program MBG.
Kebersihan Dapur dan IPAL Jadi Sorotan
Tim juga melakukan evaluasi terhadap kebersihan dapur serta sistem pengelolaan limbah di setiap SPPG.
Dalam sidak tersebut ditemukan sejumlah catatan, di antaranya bak penampungan limbah yang menimbulkan bau dan meluap. Selain itu, terdapat SPPG di wilayah Kalinyamatan yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan sampel limbah guna memastikan kualitasnya memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dinas Kesehatan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengelola SPPG karena tindak lanjut pemeriksaan limbah berkaitan dengan pembiayaan yang menjadi tanggung jawab pengelola.
Pengawasan Dilanjutkan hingga Tahap Distribusi
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hesti Prihandari, mengatakan pengawasan tidak berhenti pada proses memasak.
Tahapan berikutnya meliputi pemeriksaan proses pemorsian makanan, penimbangan sesuai kebutuhan gizi, pengemasan ke dalam wadah atau ompreng, hingga distribusi kepada para penerima manfaat.
Menurutnya, berdasarkan Surat Edaran Kementerian Kesehatan, dini hari merupakan fase paling kritis dalam pengelolaan pangan.
“Menurut surat edaran Kementerian Kesehatan, titik kritis pengelolaan pangan memang terjadi pada dini hari. Potensi kontaminasi silang sangat tinggi apabila prosedur higiene dan sanitasi tidak dilakukan dengan baik pada fase ini,” terang Hesti.
Hasil Sidak Jadi Bahan Evaluasi
Kepala Dinas Kesehatan Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan hasil pemeriksaan terhadap 21 SPPG akan diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni baik, sedang, dan kurang.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pengelola dapur MBG agar semakin disiplin menerapkan standar operasional sesuai petunjuk teknis.
“Dengan adanya sidak seperti ini, saya yakin SPPG yang lain akan lebih aware untuk menjalankan sesuai juknis,” katanya.
Sementara itu, operasional SPPG Sekuro 01, Kecamatan Mlonggo, yang sebelumnya dikaitkan dengan dugaan keracunan, masih dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk proses pembenahan.
Meski demikian, pelayanan Program Makan Bergizi Gratis bagi para penerima manfaat tetap berjalan. Penyaluran makanan sementara dialihkan ke SPPG lain di wilayah sekitar sehingga kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi.
***
Sumber: Diskominfo Jepara/K.

Tinggalkan Balasan