Queensha.id – Edukasi Islam,
Asal usul manusia menurut ajaran Islam bermula dari penciptaan Nabi Adam ‘alaihis salam sebagai manusia pertama yang diciptakan Allah SWT dari tanah liat. Kisah penciptaan manusia ini menjadi salah satu pelajaran penting dalam Islam tentang hakikat kehidupan, kerendahan hati, dan tujuan manusia diciptakan di dunia.
Penjelasan mengenai manusia berasal dari tanah disebutkan dalam berbagai ayat Al-Qur’an. Allah SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan dari saripati tanah sebelum akhirnya diberikan ruh kehidupan.
Dalam Al-Qur’an surat Al-Mu’minun ayat 12 disebutkan:
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.”
Sementara dalam Surat Al-Hijr ayat 28, Allah berfirman:
“Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
Allah Meniupkan Ruh kepada Nabi Adam
Menurut ajaran Islam, setelah jasad Nabi Adam selesai dibentuk, Allah SWT kemudian meniupkan ruh kepadanya hingga Nabi Adam hidup sebagai manusia pertama.
Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Hijr ayat 29:
“Kemudian Aku tiupkan kepadanya ruh (ciptaan)-Ku.”
Dari Nabi Adam dan istrinya, Siti Hawa, kemudian berkembanglah seluruh umat manusia hingga sekarang.
Pandangan Ulama Tentang Penciptaan Manusia dari Tanah
Banyak ulama besar Indonesia menjelaskan bahwa penciptaan manusia dari tanah memiliki makna mendalam, bukan sekadar proses biologis.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim menjelaskan dalam beberapa ceramahnya bahwa manusia diciptakan dari tanah agar tidak sombong terhadap kehidupan dunia.
Menurut Gus Baha, sehebat apa pun manusia, pada akhirnya akan kembali menjadi tanah setelah meninggal dunia.
“Manusia itu asalnya tanah, makanya jangan sombong,” menjadi salah satu pesan yang sering disampaikan ulama asal Rembang tersebut dalam kajiannya.
Pandangan serupa juga disampaikan KH Abdullah Gymnastiar yang menilai penciptaan manusia dari tanah merupakan pengingat agar manusia selalu rendah hati dan tidak merasa paling hebat.
Menurut Aa Gym, manusia sering lupa asal-usulnya ketika diberi jabatan, kekayaan, atau popularitas.
Padahal dalam Islam, semua manusia memiliki asal penciptaan yang sama di hadapan Allah SWT.
Tanah Menjadi Simbol Kesederhanaan dan Kerendahan Hati
Dalam Islam, tanah memiliki filosofi yang sangat dalam.
Tanah diinjak setiap hari, tetapi tetap memberi manfaat bagi kehidupan. Dari tanah tumbuh tanaman, makanan, dan sumber kehidupan manusia.
Karena itu, banyak ulama menilai manusia seharusnya meneladani sifat tanah:
- rendah hati,
- bermanfaat,
- dan tidak sombong.
KH Miftah Maulana Habiburrahman juga pernah menyampaikan bahwa manusia sering lupa diri ketika hidup berkecukupan.
Padahal, ketika meninggal dunia, semua manusia akan kembali dikuburkan di tanah tanpa membawa harta maupun jabatan.
Pengingat Kehidupan dan Kematian dalam Islam
Penciptaan manusia dari tanah juga menjadi pengingat tentang siklus kehidupan.
Manusia lahir dari tanah, hidup di atas tanah, dan suatu saat akan kembali ke dalam tanah setelah meninggal dunia.
Karena itu, Islam mengajarkan agar manusia tidak hanya sibuk mengejar dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal akhirat.
Para ulama mengingatkan bahwa kemuliaan manusia bukan ditentukan oleh kekayaan atau kedudukan, melainkan ketakwaannya kepada Allah SWT.
Hikmah Penciptaan Manusia Menurut Islam
Ada banyak hikmah yang bisa dipetik dari penciptaan manusia menurut Islam, di antaranya:
- Mengajarkan manusia agar tidak sombong.
- Menyadarkan bahwa semua manusia setara di hadapan Allah.
- Mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara.
- Mendorong manusia untuk selalu berbuat baik selama hidup.
Kisah penciptaan Nabi Adam juga menjadi bukti kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan kehidupan.
***
Queensha Jepara, Selasa, 26 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan