Queensha.id – Bekasi,
Hidup kadang berubah dari arah yang tak pernah diduga. Itulah yang dialami seorang pria asal Madura yang pernah hidup sebagai pengangguran yang tinggal di Bekasi tanpa arah, namun akhirnya bangkit hingga menjadi pengusaha rosok yang sukses. Kunci perubahan hidupnya, menurut pengakuannya, bermula dari satu hal sederhana yaitu menjaga sholat lima waktu.
Pria yang akrab disapa Hadi Susanto (42) itu pernah mengalami masa-masa paling sulit dalam hidupnya. Beberapa tahun lalu, ia merantau dari Madura ke Jawa dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun kenyataan tidak seindah bayangan.
Hari-harinya dihabiskan tanpa pekerjaan tetap. Ia sering berpindah tempat tinggal, bahkan sempat beberapa kali tidur di emperan toko karena tidak memiliki uang untuk membayar kontrakan.
“Waktu itu saya benar-benar di titik paling bawah. Tidak punya pekerjaan, uang tidak ada, keluarga di kampung juga susah,” kenang Hadi saat ditemui di tempat usahanya di kawasan Bekasi Timur, Jum’at (13/3/2026).
Kondisi tersebut sempat membuatnya putus asa. Namun suatu malam, saat duduk di teras sebuah musala kecil, ia merasa tersentuh ketika mendengar lantunan azan.
Sejak saat itu ia bertekad memperbaiki hidupnya dengan satu langkah yang menurutnya paling mudah dilakukan: tidak meninggalkan sholat lima waktu.
Awalnya ia hanya datang ke masjid untuk menenangkan diri. Namun kebiasaan itu perlahan mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
“Kalau sholat, hati jadi lebih tenang. Saya merasa seperti diingatkan terus untuk tidak menyerah,” ujarnya.
Perubahan sikap itu kemudian membawa titik balik dalam hidupnya. Suatu hari ia ditawari pekerjaan sederhana oleh seorang pemilik lapak rosok untuk membantu mengumpulkan barang bekas dari rumah ke rumah.
Meski pekerjaan itu dianggap remeh oleh sebagian orang, Hadi menerimanya tanpa ragu. Dengan gerobak dorong sederhana, ia mulai berkeliling kampung mengumpulkan kardus bekas, botol plastik, hingga besi tua.
Pendapatannya saat itu tidak seberapa. Namun ia menjalani pekerjaan tersebut dengan tekun.
Yang tidak pernah ia tinggalkan adalah sholat lima waktu. Jika sedang berkeliling, ia tetap berhenti ketika waktu sholat tiba.
“Kadang lagi dorong gerobak, kalau sudah azan ya berhenti dulu. Cari masjid,” katanya.
Tahun demi tahun berlalu. Dari hasil menabung sedikit demi sedikit, Hadi akhirnya mampu membeli timbangan sendiri dan membuka lapak rosok kecil.
Usahanya perlahan berkembang. Ia mulai membeli barang bekas dari para pemulung dan menjualnya ke pengepul besar.
Kini, setelah bertahun-tahun bekerja keras, lapak rosok miliknya telah berkembang menjadi usaha yang cukup besar. Ia bahkan mempekerjakan beberapa orang untuk membantu memilah dan mengangkut barang bekas.
“Dulu saya yang dorong gerobak sendiri. Sekarang sudah punya gudang kecil,” ujarnya sambil tersenyum.
Meski hidupnya kini jauh lebih baik, Hadi mengaku tidak pernah melupakan masa-masa sulit yang pernah ia alami.
Ia juga tetap menjaga kebiasaan yang menurutnya menjadi awal perubahan hidupnya: sholat lima waktu tepat waktu.
“Usaha boleh rosok, tapi niat jangan rosok. Rezeki itu datang kalau kita mau usaha dan ingat Tuhan,” katanya.
Kisah Hadi menjadi bukti bahwa perubahan hidup tidak selalu datang dari hal besar. Terkadang, langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten justru membuka jalan menuju keberhasilan.
***

Tinggalkan Balasan