Queensha.id – Jepara,

 

Tren unik sekaligus mengundang perhatian publik tengah ramai di TikTok. Sebuah produk permen lollipop dengan fitur tambahan pemutar musik kini menjadi incaran anak-anak. Di Jepara, produk ini bahkan sudah dijajakan di pinggir jalan, tepatnya di kawasan Alun-alun 1.

Permen yang dijual bukan sekadar camilan biasa. Selain rasa manis, produk ini dilengkapi gagang berbentuk kotak kecil dengan tombol pemutar musik disco remix versi anak-anak. Bahkan, disertai headset mini yang memungkinkan anak mendengarkan musik langsung dari perangkat tersebut.

Fenomena ini langsung menarik perhatian anak-anak, termasuk Arshyla Quinnsha Qiana Qalesya atau Achio, yang pertama kali mengetahui produk tersebut dari TikTok.

“Pas lewat alun-alun tadi lihat ada yang jual. Padahal kecil, tapi kok bisa kelihatan ya,” ujar orang tuanya menirukan reaksi Achio.

Daya tarik visual dan suara membuat anak-anak sulit menolak. Tangisan pun tak terhindarkan ketika keinginan tak terpenuhi. Di lapangan, harga permen musik ini mencapai Rp50 ribu per buah yang merupakan angka yang terbilang tinggi untuk jajanan anak.

Namun di balik keunikan tersebut, muncul kekhawatiran dari orang tua. Selain aspek konsumsi gula, keberadaan headset mini menjadi sorotan utama. Ukurannya yang kecil dinilai berisiko jika dimasukkan ke telinga anak tanpa pengawasan.

“Musiknya memang terdengar, tapi headset tidak kami pasangkan ke telinga anak. Takut berbahaya,” ungkap Vico orang tua Achio, Jum’at (24/4).

Penggunaan perangkat audio pada anak usia dini memang membutuhkan perhatian khusus. Risiko seperti gangguan pendengaran hingga potensi benda kecil masuk ke dalam telinga menjadi ancaman nyata jika tidak digunakan dengan bijak.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana inovasi produk kini menyasar sisi hiburan sekaligus konsumsi anak. Namun, di sisi lain, pengawasan orang tua menjadi kunci utama agar tren viral tidak berubah menjadi risiko tersembunyi.

Di tengah derasnya arus konten viral, masyarakat diimbau lebih kritis yaitu tidak hanya melihat sisi menariknya, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan dan kesehatan anak.

Permen boleh manis, musik boleh seru, tapi keselamatan anak tetap nomor satu.

 

***

(24 April 2026)