Queensha.id – Jepara,

 

Nama Persijap Jepara mendadak menjadi pusat perhatian dalam perebutan gelar BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu kini berada di posisi yang bisa menentukan siapa yang akan mengangkat trofi juara musim ini.
Meski sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi, Persijap justru menjadi “hakim terakhir” bagi dua kandidat kuat juara, yakni Persib Bandung dan Borneo FC.

Dua laga pamungkas yang akan dijalani Persijap dipastikan sarat tensi dan penuh sorotan publik sepak bola nasional.

Hadapi Borneo FC di Stadion GBK Jepara
Pada pertandingan terdekat, Persijap akan menjamu Borneo FC di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB.

Laga tersebut diprediksi berlangsung panas lantaran Borneo FC masih memiliki peluang besar untuk merebut gelar juara liga musim ini. Tambahan tiga poin menjadi harga mati bagi tim berjuluk Pesut Etam tersebut.

Namun Persijap dipastikan tidak akan tampil sebagai tim pelengkap. Bermain di hadapan publik sendiri membuat semangat Laskar Kalinyamat dipastikan berlipat ganda untuk memberikan kejutan.

Atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini pun diperkirakan akan dipenuhi ribuan suporter yang ingin menyaksikan laga penentu perebutan papan atas klasemen.

 

Persib Bandung Menanti di Laga Penutup

Setelah menghadapi Borneo FC, Persijap masih harus menjalani laga berat lainnya. Mereka akan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB.

Pertandingan ini berpotensi menjadi laga hidup mati bagi Persib Bandung dalam perburuan trofi juara musim ini.
Situasi tersebut membuat Persijap berada dalam posisi unik. Meski tidak lagi dibebani target bertahan di kasta tertinggi, mereka justru memegang pengaruh besar terhadap akhir persaingan juara liga.

“Tim berjuluk Laskar Kalinyamat kini menjadi sorotan setelah dipastikan lolos dari degradasi dan akan menghadapi dua kandidat juara secara beruntun di akhir musim. Situasi ini membuat Persijap bak penentu takdir perebutan trofi musim ini,” tulis Persijap melalui situs resminya.

 

Laskar Kalinyamat Bermain Tanpa Tekanan

Kondisi aman dari degradasi membuat Persijap memiliki keuntungan psikologis dibanding lawan-lawannya. Mereka bisa tampil lepas tanpa tekanan besar, sementara Persib Bandung maupun Borneo FC harus bermain dengan beban perebutan gelar.

Hal itulah yang membuat dua pertandingan terakhir Persijap dipastikan akan menjadi perhatian pecinta sepak bola nasional.

Jika mampu mencuri poin atau bahkan mengalahkan salah satu kandidat juara, Persijap bisa mengubah peta klasemen secara dramatis di pekan terakhir musim ini.

Kini, mata publik tertuju ke Jepara. Laskar Kalinyamat bukan lagi sekadar tim papan tengah, melainkan penentu arah trofi BRI Super League 2025/2026.

 

 

***
(Queensha Jepara, 14 Mei 2026)