Queensha.id – Jepara,

 

Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kembang di Desa Pendem, Kabupaten Jepara, pada Sabtu hingga Minggu (4–5 Juli 2026), berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pada penguatan kepemimpinan, ideologi, serta pembinaan moral kader.

Sekitar 50 peserta mengikuti rangkaian kaderisasi yang diisi sejumlah materi keorganisasian, keaswajaan, dan kepemimpinan. Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah penyampaian materi oleh Abdalla Badri yang mengajak kader Ansor memperkuat integritas serta menjaga marwah organisasi di tengah tantangan sosial saat ini.

Dalam pemaparannya, Abdalla Badri menyoroti fenomena sebagian kalangan pemuda yang menghabiskan waktu menjadi ojing atau sekadar ngepam (mengamankan) kegiatan orkes musik yang menurutnya tidak memberikan kemaslahatan.

“Kader Ansor tidak boleh jadi ojing atau sekadar ngepam orkesan,” tegas Abdalla Badri di hadapan peserta PKD.

Kader Diminta Memahami Dalil dalam Urusan Keagamaan

Menurut Abdalla Badri, kader Ansor harus memiliki kemampuan memahami dasar-dasar keagamaan, terutama dalam mempertahankan amaliah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi pedoman organisasi.

Ia menjelaskan bahwa persoalan yang masih menjadi ruang ijtihad atau perbedaan pendapat perlu dipelajari melalui dalil dan kajian keilmuan yang memadai.

“Kalau yang tidak jelas antara boleh dan tidak, seperti amaliyah Aswaja yang saya sampaikan, ya kudu sinau dalil. Kita harus tahu landasannya agar bisa membentengi tradisi NU,” ujarnya, dilansir dari akun Facebook Abdalla Badri, Rabu (8/7/2026).

Ingatkan Kader Menjauhi Kemaksiatan

Dalam kesempatan tersebut, Abdalla Badri juga menyampaikan pandangannya mengenai aktivitas yang menurutnya telah jelas bertentangan dengan ajaran agama.

Ia mengingatkan kader agar tidak mencari pembenaran terhadap sesuatu yang dinilai sudah terang hukumnya dalam syariat.

“Perkoro sing cetho harome, gak usah takon hukume. Orkes itu cetho sering sepaket dengan banyu gendeng. Itu gak perlu dalil lagi untuk tahu kalau salah,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bagian dari materi pembinaan moral kepada peserta agar mampu menjaga sikap serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

 

Tekankan Pentingnya Menjaga Syariat

Selain mengingatkan pentingnya menjaga akhlak, Abdalla Badri juga menyoroti bahaya apabila seorang muslim menganggap perkara yang diharamkan sebagai sesuatu yang dibenarkan.

Menurutnya, kader Ansor sebagai bagian dari organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dalam kehidupan sehari-hari.

“Menghalalkan yang haram adalah juhud kepada syariat. Ini yang bahaya,” tegasnya.

Cetak Kader Berintegritas

Melalui kegiatan PKD tersebut, PAC GP Ansor Kecamatan Kembang berharap mampu melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kemampuan organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki integritas moral, pemahaman ideologi Aswaja, serta komitmen menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan kaderisasi ini menjadi bagian dari upaya Gerakan Pemuda Ansor dalam mempersiapkan kader muda yang siap mengabdi kepada organisasi, masyarakat, bangsa, dan agama.

 

***

Sumber: AB.

Wartawan: M Zufi Amroini.

Penulis: Vico Rahman.