Queensha.id – Jepara,
Sinergi antara aparat kepolisian dan dunia pendidikan di Jepara memasuki babak baru. Polres Jepara melalui Polsek Jepara Kota resmi menerjunkan personel Bhabinkamtibmas sebagai tenaga pendidik bantuan di MA Kejuruan Babus Salam, Mulyoharjo.
Langkah ini dikukuhkan dalam pertemuan yang digelar di Mapolsek Jepara Kota, Kamis (16/4/2026), yang dihadiri Kapolsek Jepara Kota, R. Aries Sulistiyono dan Kepala Sekolah MA Babus Salam, Ahmad Yusuf.
Program ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Personel kepolisian akan masuk langsung ke ruang kelas, memberikan materi edukatif yang menyentuh aspek penting kehidupan remaja.
Dari Hukum hingga Kedisiplinan
Materi yang diberikan mencakup penyuluhan hukum, termasuk edukasi Undang-Undang ITE, pencegahan narkoba, hingga bahaya radikalisme. Selain itu, isu perundungan (bullying) juga menjadi perhatian utama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman.
Tak hanya itu, siswa juga akan dibekali pelatihan kedisiplinan seperti baris-berbaris (PBB), serta pemahaman keselamatan berkendara guna menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar.
Kapolsek Jepara Kota menegaskan bahwa kehadiran polisi di sekolah bukan dalam kapasitas tenaga honorer, melainkan bentuk pengabdian untuk membangun karakter generasi muda.
“Ini bentuk sinergi untuk menekan kenakalan remaja sejak dini. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga sadar hukum dan disiplin,” ujarnya, dilansir dari sumber.
Pendekatan Humanis
Pihak sekolah menyambut positif program tersebut. Kehadiran “polisi pendidik” dinilai mampu memberikan pendampingan yang lebih humanis, terutama bagi siswa yang berpotensi terlibat masalah hukum.
Kolaborasi ini juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara aparat dan pelajar, sehingga pendekatan preventif bisa dilakukan sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Investasi Sosial Jangka Panjang
Langkah ini dinilai sebagai strategi preventif yang relevan di tengah meningkatnya tantangan sosial di kalangan remaja. Dengan masuknya polisi ke ruang kelas, edukasi tidak lagi bersifat reaktif, tetapi proaktif.
Polsek Jepara Kota berharap, melalui program ini, akan lahir generasi muda yang tangguh, tertib, dan mampu menjauhi pengaruh negatif lingkungan.
Di tengah kompleksitas persoalan remaja saat ini, pendekatan kolaboratif seperti ini menjadi sinyal bahwa pendidikan karakter tidak bisa berjalan sendiri melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
***
(17 April 2026)

Tinggalkan Balasan