Queensha.id – Jepara,
Keseriusan membentuk sosok polisi yang sigap dan humanis terus ditunjukkan Polres Jepara. Melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas), puluhan Bhabinkamtibmas digembleng dengan kemampuan teknis penyelamatan di air dalam program Latkatpuan yang digelar di Jepara Olympic Pool, Kamis (30/4/2026).
Sebanyak 35 personel terpilih diterjunkan dalam pelatihan intensif yang bertujuan membentuk sosok “Polisi Penolong” dengan konsep CANDI (Cerdas, Agamis, Negosiator, Dedikasi, dan Inovatif).
Fokus pada Penyelamatan di Air
Pelatihan ini tak sekadar formalitas. Di bawah arahan tim ahli Satpolairud yang dipimpin Ipda Turmudhi, para peserta dibekali keterampilan krusial mulai dari teknik renang, metode water rescue, hingga teknik defend and release untuk menghadapi korban panik saat evakuasi.
Materi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan riil di lapangan, mengingat Jepara memiliki garis pantai panjang serta potensi wisata air yang tinggi.
Kapolres: Polisi Harus Siap di Segala Situasi
Kapolres Jepara, Hadi Kristanto, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa kemampuan ini adalah kebutuhan mendesak, bukan sekadar tambahan.
“Seorang Bhabinkamtibmas harus siap hadir sebagai penolong dalam situasi apa pun, termasuk keadaan darurat di perairan,” tegasnya.
Menurutnya, kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai penyelamat dalam kondisi genting.
Konsep ‘CANDI’ yaitu Polisi Multitalenta
Sementara itu, Kasat Binmas Happy Nawang Kuncoro menjelaskan bahwa pelatihan ini hanyalah bagian dari strategi besar membentuk polisi yang serba bisa.
“Implementasi Polisi Penolong mengharuskan personel kita menjadi sosok yang CANDI. Tidak hanya cakap di air, mereka juga dibekali P3K bersama Dinas Kesehatan, teknik pemadaman dengan Damkar, hingga manajemen bencana bersama BNPB,” jelasnya.
Tak hanya hard skill, aspek komunikasi dan spiritualitas juga menjadi perhatian. Bhabinkamtibmas dilatih berkomunikasi efektif bersama akademisi, serta diperkuat nilai religius melalui program Dai Kamtibmas.
Selain itu, mereka juga diwajibkan menguasai pengisian data IKDK (Indikator Keamanan Desa/Kelurahan) untuk membaca kondisi keamanan wilayah secara lebih presisi dan berbasis data.
Jamin Rasa Aman di Tengah Masyarakat
Dengan peningkatan kapasitas ini, Polres Jepara berharap kehadiran polisi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan bukan hanya saat terjadi masalah hukum, tetapi juga dalam kondisi darurat.
Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tuntutan publik akan sosok aparat yang tidak hanya tegas, tetapi juga sigap, empatik, dan mampu menjadi penolong di segala situasi.
***
(30 April 2026)

Tinggalkan Balasan