Queensha.id – Jepara,

 

Warga Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, dibuat geram setelah aksi pencurian kotak amal terjadi di sebuah mushola di lingkungan RT 14/RW 03. Yang membuat publik semakin tersentak, pelaku diduga menjalankan aksinya dengan modus berpura-pura menunaikan salat.

Peristiwa ini mencuat setelah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi pelaku beredar luas di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Nor Thoro X pada Jumat (10/4/2026) dan langsung viral, memicu kemarahan warganet.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang pria memasuki area mushola dengan gerak-gerik mencurigakan. Awalnya, ia tampak seperti jamaah yang hendak beribadah. Namun tak lama kemudian, pelaku justru diduga membobol kotak amal yang berada di dalam mushola tersebut.

Tak hanya sekali, warga menyebut pelaku juga sempat melakukan aksi serupa di Masjid Baitussalam Lebuawu pada hari yang sama, tepatnya pada siang hari. Modusnya pun disebut identik, yakni menyamar sebagai orang yang hendak salat.

“Modusnya pura-pura salat, tapi ternyata mengincar kotak amal,” tulis akun pengunggah video pada Jum’at (10/4).

Fakta lain yang turut menguatkan dugaan identitas pelaku adalah rekaman yang memperlihatkan kendaraan yang digunakan. Dalam video tersebut, pelaku terekam menggunakan sepeda motor jenis Honda CBR150R berwarna merah putih saat datang maupun meninggalkan lokasi.

Selain itu, dalam unggahan lanjutan, juga beredar dugaan nomor polisi kendaraan yang digunakan pelaku yakni K-4170-ALC. Namun demikian, informasi tersebut masih perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Aksi pencurian di tempat ibadah ini sontak memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak warga menilai tindakan tersebut sudah melampaui batas dan sangat meresahkan, terutama karena dilakukan di lokasi yang seharusnya dijaga kesuciannya.

“Sesulit apa pun hidup, jangan sampai mencuri di rumah ibadah. Itu sudah keterlaluan,” tulis salah satu warganet dalam kolom komentar.

Hingga kini, warga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti kasus tersebut dan menangkap pelaku.

 

Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi pengurus tempat ibadah untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk dengan memperkuat sistem keamanan seperti pemasangan CCTV dan pengawasan rutin.

 

Peristiwa ini menjadi potret ironi sosial, ketika tempat suci yang seharusnya menjadi ruang ketenangan justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

 

***
(Queensha Jepara, 11 April 2026)