Queensha.id – Jepara,
Di tengah lesunya penghasilan nelayan selama bulan Ramadan, secercah harapan hadir dari tangan-tangan kepedulian. Bertempat di kawasan pesisir Pantai Prawean, kegiatan bakti sosial digelar dengan suasana hangat dan penuh empati, Kamis (19/3/2026).
Aksi sosial ini dipimpin langsung oleh Dian Hadi bersama jajaran Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Jepara. Mereka turun langsung menyapa para nelayan di Kampung Perahu Prawean, Bandengan, sekaligus menyerahkan puluhan paket Lebaran.
Nelayan Terpukul, Bantuan Jadi Penopang
Ramadan menjadi bulan penuh berkah bagi sebagian orang, namun tidak bagi para nelayan. Cuaca, aktivitas melaut yang berkurang, hingga minimnya hasil tangkapan membuat penghasilan mereka menurun drastis.
Bantuan paket Lebaran yang dibagikan pun menjadi angin segar, setidaknya untuk meringankan kebutuhan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada keluarga nelayan. Semoga Ramadan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Dian Hadi dalam sambutannya.
Haru di Tepi Laut
Suasana haru tak terelakkan saat bantuan diterima. Para nelayan yang selama ini berjuang dalam keterbatasan tampak sumringah.
Salah satunya, Tono, mengaku bantuan tersebut sangat berarti.
“Kami sangat terbantu. Selama puasa penghasilan hampir tidak ada. Ini cukup untuk kebutuhan Lebaran nanti,” ucapnya dengan mata berbinar.
Pesan Tegas: Keselamatan Tak Bisa Ditawar
Tak hanya berbagi, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi keselamatan laut oleh M. Syaifuddin. Ia menegaskan pentingnya keselamatan, terutama menjelang agenda lomba laut yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Setiap kapal wajib dilengkapi pelampung. Jika tidak, kami tidak akan segan melarang beroperasi,” tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat bahwa di balik semangat mencari nafkah, keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Lebih dari Sekadar Bantuan
Kegiatan ini menegaskan peran Bhayangkari bukan hanya sebagai pendamping institusi kepolisian, tetapi juga sebagai kekuatan sosial yang hadir langsung di tengah masyarakat.
Di tengah keterbatasan yang dirasakan nelayan, aksi sederhana ini membawa makna besar: bahwa kepedulian mampu menghadirkan harapan, dan kebersamaan menjadi kekuatan untuk bertahan.
Di pesisir Prawean, Ramadan kali ini mungkin tidak penuh hasil tangkapan, tetapi penuh dengan rasa kemanusiaan.
***
(20 Maret 2026)

Tinggalkan Balasan