Queensha.id – Edukasi Teknologi,

 

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika terus menghadirkan perubahan besar di berbagai sektor, termasuk industri logistik. Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah robot humanoid Figure F.03, yang menunjukkan kemampuan tinggi dalam membantu proses penyortiran paket di gudang.

Dalam pengujian yang dilaporkan, sistem robot tersebut menjalani uji ketahanan selama sekitar 200 jam dan berhasil menangani hampir 250.000 paket. Robot memanfaatkan teknologi penglihatan komputer (computer vision) dan kecerdasan buatan untuk mengenali, mengambil, serta memindahkan paket secara otomatis.

Meski demikian, angka 250.000 paket bukan berarti satu robot bekerja sendirian tanpa henti selama 200 jam. Pengujian tersebut melibatkan sistem dan armada robot, sehingga capaian tersebut menggambarkan kemampuan operasi secara keseluruhan.

Teknologi seperti ini memperlihatkan bagaimana AI dan robotika mulai mengambil peran dalam pekerjaan gudang yang selama ini banyak mengandalkan tenaga manusia. Robot dinilai mampu menjalankan pekerjaan yang bersifat berulang dengan kecepatan, ketelitian, dan konsistensi yang tinggi.

Perkembangan ini juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan tenaga kerja di sektor logistik. Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, sejumlah pekerjaan manual diperkirakan akan mengalami perubahan seiring meningkatnya penggunaan sistem otomatis.

 

Informasi tentang robot humanoid Figure F.03 yang menyortir hampir 250.000 paket selama uji ketahanan sekitar 200 jam terjadi di Amerika Serikat (AS).

Pengujian tersebut dilakukan oleh Figure AI, perusahaan robotika asal Amerika Serikat yang mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan. Uji coba dilakukan dalam lingkungan gudang/logistik di AS, dengan robot Figure F.03 menjalankan tugas penyortiran paket menggunakan sistem AI dan penglihatan komputer.

Dalam laporan pengujian, disebutkan bahwa beberapa robot F.03 bekerja secara bergantian untuk menyelesaikan tugas tersebut, bukan satu robot tunggal yang bekerja tanpa berhenti selama 200 jam. Sistem AI yang digunakan membantu robot mengenali paket, mengambil, mengarahkan, dan menempatkannya pada jalur pemrosesan.

“Uji coba robot humanoid Figure F.03 dilakukan di Amerika Serikat oleh perusahaan robotika Figure AI sebagai bagian dari pengembangan teknologi otomasi di sektor logistik.”

Menurut pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, perkembangan robotika dan AI seharusnya dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat.

“Teknologi tidak bisa dihentikan. Yang harus dilakukan adalah mempersiapkan sumber daya manusia agar memiliki keterampilan baru yang tidak mudah digantikan oleh robot. Pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kemampuan memimpin, komunikasi, serta pengambilan keputusan tetap memerlukan peran manusia,” ujarnya, Rabu (7/10/2026).

Purnomo menilai, ke depan pekerja tidak hanya dituntut memiliki tenaga fisik, tetapi juga kemampuan mengoperasikan teknologi, menganalisis data, serta beradaptasi dengan sistem digital.

Ia juga mengingatkan pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku industri untuk memperbanyak pelatihan keterampilan agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era otomatisasi.

“Jika peningkatan keterampilan dilakukan sejak sekarang, maka kehadiran AI bukan menjadi ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan produktivitas dan menciptakan jenis pekerjaan baru,” tambahnya.

Meski robot semakin canggih, banyak pihak meyakini bahwa kolaborasi antara manusia dan teknologi akan menjadi model kerja yang paling efektif. Robot akan menangani pekerjaan yang berulang dan berat, sementara manusia akan lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan empati, inovasi, serta pengambilan keputusan strategis.

 

***

Referensi: Figure AI dan Ocado Intelligent Automation.