Queensha.id – Bandung,
Musibah kebakaran menimpa rumah mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma, yang berlokasi di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB saat kondisi rumah dalam keadaan tenang.
Kabar duka ini disampaikan langsung oleh Anisa melalui media sosialnya. Ia mengungkapkan bahwa rumah yang ditempatinya bersama sang suami, Anandito Dwi Sepdiawan, mengalami kebakaran hebat yang melahap sebagian bangunan.
“Qodarullah, baru dikasih musibah kebakaran rumah yang kami tempatin,” tulis Anisa.
Kronologi Kebakaran
Menurut keterangan Anandito, api pertama kali diketahui setelah asap tebal memenuhi salah satu ruangan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh lilin yang sebelumnya digunakan untuk mengusir lalat di dalam rumah.
“Ketika dicari sumbernya, api sudah membesar di ruang makan,” ujarnya.
Upaya pemadaman sempat dilakukan secara mandiri, namun api dengan cepat merambat ke bagian lain rumah. Keluarga kemudian segera menyelamatkan diri dan menghubungi petugas pemadam kebakaran yang datang bersama warga untuk memadamkan api.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh anggota keluarga dilaporkan selamat.
Ruangan Al-Qur’an Jadi Sorotan
Di tengah kerusakan yang terjadi, perhatian publik justru tertuju pada satu ruangan yang tidak tersentuh api. Ruangan tersebut diketahui berisi sekitar 3.500 mushaf Al-Qur’an yang merupakan stok dagangan milik Anisa Rahma.
Fakta ini pertama kali diungkap oleh sahabatnya, Ratu Isyell Nurazara, melalui unggahan di media sosial.
“Seluruh rumah belakang yang kebakaran, tapi ada 3.500 Al-Qur’an yang nggak kebakar sedikit pun,” tulisnya.
Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat kontras antara ruangan yang hangus terbakar dengan ruangan penyimpanan Al-Qur’an yang tetap utuh. Bahkan, pakaian yang berada di ruangan tersebut juga masih dalam kondisi layak pakai.
Fenomena ini pun memicu beragam reaksi warganet. Banyak yang mengaku takjub sekaligus terharu melihat kondisi tersebut.
Dukungan Mengalir
Di sisi lain, peristiwa ini juga memicu gelombang solidaritas. Ribuan mushaf Al-Qur’an yang selamat justru banyak dibeli masyarakat untuk kemudian diwakafkan ke masjid dan pesantren.
Ratu Isyell menyebut, pembelian dalam jumlah besar mulai berdatangan dari berbagai pihak.
“Ada yang beli sampai 50 untuk diwakafkan ke masjid-masjid,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi tersebut murni inisiatif dari rekan-rekan Anisa untuk membantu, tanpa permintaan langsung dari yang bersangkutan.
Evaluasi dan Kewaspadaan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh sumber api terbuka seperti lilin. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami cukup besar.
Di balik musibah tersebut, kisah selamatnya ribuan mushaf Al-Qur’an menjadi perhatian luas dan memantik empati publik, sekaligus menguatkan solidaritas sosial di tengah bencana.
***
(Queensha Jepara | 2 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan