Queensha.id – Edukasi Islam,
Dajjal merupakan salah satu tanda besar datangnya hari kiamat yang dijelaskan dalam banyak hadis sahih Rasulullah SAW. Dalam ajaran Islam, kemunculan Dajjal dipandang sebagai fitnah terbesar yang akan dihadapi umat manusia menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Para ulama menjelaskan bahwa setiap Muslim perlu memahami siapa Dajjal, bagaimana ciri-cirinya, tujuan kemunculannya, serta doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW agar terlindung dari fitnah tersebut.
Siapa Dajjal?
Kata Dajjal berasal dari bahasa Arab ad-dajjal yang berarti penipu besar, pemalsu kebenaran, atau orang yang menutupi kebenaran dengan kebohongan.
Dalam hadis-hadis sahih, Dajjal digambarkan sebagai seorang manusia yang kelak muncul pada akhir zaman dan mengaku memiliki kekuasaan luar biasa. Bahkan, ia akan mengaku sebagai tuhan untuk menyesatkan manusia.
Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada fitnah yang lebih besar sejak Nabi Adam AS diciptakan hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.
Sejarah Dajjal Menurut Islam
Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW pernah menceritakan kisah Tamim Ad-Dari, seorang sahabat yang sebelum masuk Islam pernah bertemu dengan sosok yang diyakini sebagai Dajjal dalam keadaan terbelenggu di sebuah pulau.
Kisah tersebut menjadi salah satu riwayat yang sering dijadikan rujukan ulama mengenai keberadaan Dajjal sebelum masa kemunculannya.
Meski demikian, waktu dan lokasi pasti kemunculannya tetap menjadi bagian dari perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT.
Apa Tujuan Dajjal?
Menurut para ulama, tujuan utama Dajjal adalah:
- Menyesatkan manusia dari tauhid.
- Mengaku sebagai tuhan untuk diikuti manusia.
- Menguji keimanan orang-orang beriman.
- Menebarkan fitnah, keraguan, dan kerusakan di muka bumi.
- Mengumpulkan pengikut sebanyak mungkin sebelum akhirnya dikalahkan.
Dajjal diberi berbagai kemampuan sebagai ujian dari Allah SWT, bukan karena ia memiliki kekuasaan yang setara dengan Allah.
Apakah Dajjal Disebut dalam Al-Qur’an?
Nama Dajjal tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al-Qur’an.
Namun, para ulama menjelaskan bahwa berbagai ayat Al-Qur’an berbicara mengenai fitnah, orang-orang yang mengaku membawa kebenaran padahal berdusta, serta peristiwa akhir zaman. Penjelasan yang lebih rinci mengenai Dajjal justru banyak terdapat dalam hadis-hadis sahih Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan antara lain oleh Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah.
Kapan Dajjal Akan Muncul?
Islam mengajarkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan tepatnya Dajjal akan muncul, karena hal itu termasuk ilmu gaib yang hanya diketahui Allah SWT.
Namun, hadis-hadis Nabi menjelaskan bahwa Dajjal akan muncul menjelang hari kiamat setelah berbagai tanda akhir zaman terjadi.
Di antaranya:
- Banyak peperangan dan kekacauan.
- Fitnah semakin meluas.
- Kerusakan moral meningkat.
- Munculnya Imam Mahdi.
- Dunia dipenuhi ketidakadilan.
Setelah Dajjal muncul, menurut hadis, Nabi Isa AS akan turun ke bumi atas izin Allah SWT dan membunuh Dajjal.
Doa Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam membaca doa perlindungan pada akhir salat, sebelum salam:
Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabri, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid dajjal.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab neraka Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca dan menghafal 10 ayat pertama atau 10 ayat terakhir Surah Al-Kahfi, yang dalam hadis disebut sebagai salah satu bentuk perlindungan dari fitnah Dajjal.
Pandangan Ulama tentang Dajjal
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah meyakini bahwa Dajjal adalah sosok nyata yang akan muncul pada akhir zaman berdasarkan hadis-hadis sahih.
Beberapa penjelasan ulama antara lain:
- Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadis-hadis tentang Dajjal mencapai derajat yang sangat kuat sehingga wajib diimani sebagai bagian dari akidah mengenai tanda-tanda kiamat.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani menerangkan bahwa fitnah Dajjal merupakan ujian terbesar bagi manusia karena ia akan membawa berbagai bentuk tipu daya yang tampak seperti mukjizat.
- Syekh Yusuf Al-Qaradawi mengingatkan agar umat Islam tidak mudah mengaitkan setiap tokoh atau peristiwa modern sebagai Dajjal tanpa dasar yang jelas, karena waktu kemunculannya merupakan rahasia Allah SWT.
Pelajaran bagi Umat Islam
Keimanan kepada datangnya Dajjal merupakan bagian dari keyakinan terhadap perkara gaib yang dijelaskan Rasulullah SAW. Namun, Islam juga mengajarkan agar umat tidak larut dalam spekulasi mengenai waktu kemunculannya.
Yang lebih utama adalah memperkuat akidah, memperbanyak ibadah, mempelajari Al-Qur’an dan hadis, menjaga salat, serta senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk fitnah, termasuk fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan