Queensha.id – Jepara,

 

Aksi pencurian nekat terjadi di siang hari saat aktivitas warga tengah berlangsung normal. Peristiwa ini menimpa usaha milik warga di Desa Kuanyar, RT 03/RW 03, Kecamatan Mayong, pada Sabtu (18/04/2026) sekitar pukul 13.23 WIB.

Korban diketahui bernama Afifudin bersama Eka, yang saat kejadian tengah menjalankan aktivitas usaha seperti biasa. Namun, di tengah kesibukan pemotongan kelapa, pelaku memanfaatkan celah untuk melancarkan aksinya.

Berdasarkan keterangan korban, pencurian terungkap setelah rekaman CCTV diperiksa. Dalam rekaman tersebut terlihat dua orang pelaku beraksi cepat mengambil tas berisi uang tunai sekitar Rp5,8 juta, satu unit ponsel Vivo Y12, serta dua kartu ATM dari bank Mandiri dan BRI.

“Awalnya tidak menyadari, karena sedang fokus kerja. Setelah dicek lewat CCTV, baru ketahuan ada yang mengambil,” ungkap korban.

Pelaku diduga berjumlah dua orang dan datang menggunakan sepeda motor Yamaha Mio M3 berwarna biru, dengan kondisi tanpa slebor. Ciri-ciri wajah pelaku terekam dalam kamera pengawas, namun hingga kini belum dapat dipastikan identitas maupun asal mereka.

Dalam peristiwa ini, korban juga menyebut sempat mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Afifudin, korban laki-laki, mengaku sempat diejek oleh pelaku saat menjalankan aksinya, menambah luka psikologis selain kerugian materiil.

Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar, mengingat aksi dilakukan di siang hari dan di lingkungan permukiman yang relatif ramai. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperketat pengamanan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang rawan menjadi sasaran.
Korban berharap pelaku segera tertangkap dan aparat dapat meningkatkan patroli keamanan di wilayah tersebut.

Selain itu, korban pencurian, Afifudin, mengaku telah mengambil langkah tegas dengan membuat video laporan yang ditujukan langsung kepada Kapolres Jepara agar kasus yang dialaminya segera ditindaklanjuti.

“Saya sudah membuat video dan mengajukannya kepada Kapolres Jepara. Harapan saya sederhana, pelaku bisa segera diproses dan ditangkap. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, apalagi di siang hari seperti ini,” tegas Afifudin.

Ia juga menambahkan bahwa kerugian yang dialami bukan hanya materiil, tetapi juga rasa aman yang kini terganggu.

“Saya ini usaha kecil, uang itu sangat berarti. Semoga pihak kepolisian bisa segera bertindak dan memberikan rasa aman kembali kepada kami,” imbuhnya.

“Saya hanya ingin pelaku segera ditangkap dan tidak ada korban lain,” harapnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di waktu yang dianggap paling aman sekalipun.

 

***

Achmad Sholeh.
(22 April 2026)