Queensha.id – Jepara,
Semangat menjaga lingkungan hidup ditunjukkan oleh puluhan siswa kelas X SMK Negeri 2 Jepara yang mengikuti praktik pembuatan pupuk kompos berbahan dasar sampah daun kering, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Proyek Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) yang mengedepankan pembelajaran berbasis praktik sekaligus membangun karakter peduli lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya mempelajari teori pengelolaan sampah organik, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan proses pembuatan kompos.
Mulai dari mengumpulkan daun-daun kering di lingkungan sekolah, mencacah bahan organik, mencampurkannya dengan cairan aktivator, hingga menyusun bahan ke dalam wadah pengomposan agar proses fermentasi berlangsung secara optimal.
Kolaborasi Siswa dan Guru dalam Proyek IPAS
Kegiatan ini melibatkan kerja sama antara siswa, wali kelas, serta guru pengampu mata pelajaran IPAS. Pendampingan dilakukan secara intensif agar setiap peserta memahami teknik pengolahan sampah organik yang benar sekaligus memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif.
Melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL), siswa diajak memahami konsep ekosistem, daur ulang, dan pengelolaan limbah organik secara kontekstual sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah Apresiasi Semangat Peduli Lingkungan
Kepala SMK Negeri 2 Jepara, Indria Mustika, S.Pd., M.Pd., turut meninjau langsung pelaksanaan kegiatan dan memberikan apresiasi atas antusiasme para siswa maupun guru.
Menurutnya, proyek tersebut bukan sekadar memenuhi target pembelajaran IPAS, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter pelajar yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi dan antusiasme anak-anak kelas X beserta dewan guru dalam mengelola sampah organik di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bukan sekadar pemenuhan target proyek mata pelajaran IPAS, tetapi juga langkah nyata pembentukan karakter pelajar yang peduli terhadap kelestarian alam,” ujar Indria Mustika.
Wujudkan Sekolah Hijau Berkelanjutan
Program pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos merupakan salah satu strategi SMK Negeri 2 Jepara dalam mewujudkan konsep Sustainable Green School atau sekolah hijau berkelanjutan.
Melalui pengelolaan sampah secara mandiri, sekolah dapat mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.
Indria Mustika menjelaskan, kompos yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman obat keluarga (TOGA), taman sekolah, serta kebun produktif yang berada di lingkungan sekolah.
“Dengan mengolah sampah organik secara mandiri, sekolah tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat kembali untuk menyuburkan tanaman di taman sekolah,” jelasnya.
Pembelajaran Berdampak bagi Lingkungan
Selain meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola sampah organik, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan kebiasaan hidup ramah lingkungan sejak dini.
Hasil pupuk kompos yang telah matang nantinya akan digunakan untuk mendukung perawatan berbagai tanaman di lingkungan sekolah sehingga tercipta siklus ekologis yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, SMK Negeri 2 Jepara menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, pembelajaran berbasis proyek, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari proses pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.
***
Sumber: Hadepe/Suara baru.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan