Queensha.id – Jepara,

 

Jepara tidak hanya dikenal sebagai kota ukir dan wisata pantai, tetapi juga memiliki kekayaan sejarah kuno yang tersebar di kawasan pegunungan. Salah satunya berada di Desa Wisata Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, yang menyimpan jejak peradaban masa lalu melalui berbagai situs peninggalan Hindu-Buddha.

Di balik panorama alam berupa hamparan perkebunan kopi, persawahan hijau, dan udara sejuk Pegunungan Muria, terdapat Situs Batu Yoni serta Petilasan Mbah Romban yang menjadi daya tarik wisata sejarah dan budaya.

Desa Tempur bahkan dikenal sebagai salah satu desa tersembunyi di Jepara karena lokasinya yang dikelilingi kawasan pegunungan. Keindahan alam tersebut berpadu dengan warisan budaya yang menjadikan Tempur memiliki nilai wisata yang unik.

Situs Batu Yoni Tempur, Bukti Peradaban Hindu-Buddha Kuno

Situs Batu Yoni merupakan salah satu peninggalan arkeologi yang ditemukan di kawasan Desa Tempur. Keberadaan yoni menjadi bukti adanya pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha pada masa lalu di lereng utara Gunung Muria.

Dalam sejarah kebudayaan Hindu, yoni merupakan simbol kesuburan yang biasanya berkaitan dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa melalui pasangan simbol lingga-yoni.

Berdasarkan kajian arkeologi, kawasan Desa Tempur memiliki berbagai tinggalan masa klasik, seperti Candi Angin, Candi Bubrah, Sumur Batu, lumpang batu, serta temuan yoni dan arca di kawasan Petilasan Mbah Romban.

Petilasan Mbah Romban, Situs Leluhur yang Sarat Nilai Budaya

Selain Batu Yoni, Desa Tempur juga memiliki Petilasan Mbah Romban yang berada di Dukuh Petung.

Petilasan ini menjadi salah satu tempat yang dihormati masyarakat setempat karena berkaitan dengan cerita leluhur dan perjalanan sejarah terbentuknya Desa Tempur.

Di kawasan Petilasan Mbah Romban ditemukan peninggalan berupa yoni dan arca yang diduga merupakan arca Ganesha. Temuan tersebut memperkuat dugaan adanya aktivitas budaya masa Hindu-Buddha di wilayah tersebut.

Hasil kajian arkeologi menyebutkan, yoni di Punden Mbah Romban memiliki tinggi sekitar 44 sentimeter dengan ukuran dasar sekitar 77 x 77 sentimeter. Selain itu terdapat arca yang diduga Ganesha dengan tinggi sekitar 55 sentimeter.

Tradisi Sedekah Bumi di Petilasan Mbah Romban

Bagi masyarakat Desa Tempur, Petilasan Mbah Romban bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga bagian dari tradisi yang terus dijaga.

Setiap tahun masyarakat menggelar tradisi Sedekah Bumi yang menjadi bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan kepada leluhur.

Prosesi tersebut biasanya dilakukan pada Jumat Wage di bulan Apit. Petilasan Mbah Romban menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian kegiatan budaya masyarakat Tempur.

Tradisi ini menjadi bukti bahwa warisan sejarah tidak hanya berupa benda, tetapi juga nilai sosial, gotong royong, dan kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat.

Lokasi dan Rute Menuju Situs Batu Yoni Tempur Jepara

Situs Batu Yoni dan Petilasan Mbah Romban berada di kawasan:

Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dari pusat Kota Jepara, perjalanan menuju Desa Tempur berjarak sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 hingga 2 jam perjalanan, tergantung kondisi jalan.

Pengunjung akan melewati jalur pegunungan dengan pemandangan alam yang indah, perkebunan kopi, serta suasana pedesaan yang masih alami.

Daya Tarik Wisata Situs Batu Yoni dan Desa Tempur

Berikut beberapa daya tarik yang bisa ditemukan wisatawan:

1. Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha

Keberadaan Batu Yoni, arca, dan situs kuno menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang menyukai sejarah dan budaya.

 

2. Dekat dengan Situs Candi Angin dan Candi Bubrah

Tidak jauh dari kawasan Tempur terdapat beberapa situs sejarah lain seperti Candi Angin dan Candi Bubrah di Dukuh Duplak.

 

3. Panorama Pegunungan Muria

Wisatawan dapat menikmati suasana alam berupa hutan, sawah, sungai, dan perkebunan kopi.

 

4. Wisata Religi dan Budaya

Petilasan leluhur menjadi tujuan masyarakat yang ingin mengenal tradisi dan budaya lokal.

Pernyataan Pengunjung: Takjub dengan Perpaduan Sejarah dan Alam

Dedi Setiawan, salah seorang pengunjung yang datang ke Desa Wisata Tempur mengaku kagum dengan keberadaan situs sejarah yang masih terjaga di tengah keindahan alam Pegunungan Muria.

“Tempat ini memiliki suasana yang berbeda. Selain bisa melihat peninggalan sejarah, pengunjung juga bisa menikmati udara pegunungan yang sejuk. Situs seperti Batu Yoni dan Petilasan Mbah Romban menjadi pengingat bahwa Jepara memiliki sejarah panjang yang harus dilestarikan,” ujar Dedi warga Demak, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, Desa Tempur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi sejarah dan budaya.

“Tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi wisatawan juga bisa belajar tentang perjalanan masyarakat masa lalu dan kearifan lokal yang masih dipertahankan sampai sekarang,” tambahnya.

Potensi Wisata Sejarah Jepara yang Perlu Dilestarikan

Keberadaan Situs Batu Yoni dan Petilasan Mbah Romban menunjukkan bahwa Jepara memiliki kekayaan sejarah yang tidak kalah menarik dibanding daerah lain.

Perpaduan antara wisata sejarah, budaya, religi, dan alam menjadikan Desa Wisata Tempur sebagai destinasi yang memiliki karakter unik.

Pelestarian situs kuno tersebut menjadi tanggung jawab bersama agar generasi mendatang tetap dapat mengenal jejak peradaban masa lalu di lereng Gunung Muria.

 

***

Sumber: Queensha.id.

Penulis: Vico Rahman.