Queensha.id – Edukasi Sosial,
Keharmonisan rumah tangga tidak hanya dibangun dari nafkah dan kebersamaan, tetapi juga dari cara pasangan saling menghargai secara emosional. Sayangnya, masih banyak suami yang tanpa sadar melakukan sikap-sikap kecil yang justru dapat melukai batin seorang istri secara mendalam.
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai keretakan rumah tangga sering kali bukan bermula dari masalah besar, melainkan dari perilaku yang terus berulang dan mengikis harga diri pasangan.
Menurutnya, seorang istri pada dasarnya ingin dihargai, didengar, dan diperlakukan sebagai partner hidup, bukan sekadar pelengkap rumah tangga.
“Banyak suami tidak sadar bahwa ucapan sederhana atau sikap yang dianggap biasa bisa meninggalkan luka psikologis panjang bagi seorang istri. Ketika harga diri perempuan terus direndahkan, hubungan rumah tangga perlahan kehilangan rasa aman,” ujarnya, Rabu (13/5).
Berikut lima sikap yang dinilai dapat menghancurkan harga diri seorang istri.
1. Merendahkan Istri di Depan Orang Lain
Sikap suami yang berbicara kasar, mempermalukan, atau mengkritik istri di depan teman, keluarga, maupun lingkungan sosial dianggap sebagai salah satu luka paling menyakitkan bagi perempuan.
Menurut Purnomo, penghinaan di depan publik membuat istri merasa tidak dihormati sebagai pasangan hidup.
“Seorang istri mungkin bisa diam saat dipermalukan, tetapi luka batinnya bisa tersimpan sangat lama,” katanya.
2. Menganggap Pekerjaan Rumah Tangga Itu Sepele
Masih banyak suami yang menganggap pekerjaan rumah tangga sebagai hal biasa dan tidak membutuhkan perjuangan besar.
Padahal, menurutnya, seorang istri sering kali bekerja tanpa mengenal jam demi memastikan kebutuhan keluarga berjalan baik setiap hari.
Mulai dari memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, hingga menjaga suasana rumah tetap nyaman merupakan bentuk pengorbanan yang kerap tidak terlihat.
“Istri yang merasa usahanya tidak dihargai lama-lama bisa merasa lelah secara emosional,” jelasnya.
3. Membandingkan Istri dengan Wanita Lain
Membandingkan istri dengan perempuan lain, baik dari penampilan, sikap, hingga kemampuan, disebut sebagai tindakan yang sangat melukai harga diri perempuan.
Purnomo menilai perbandingan seperti itu bukan hanya menciptakan rasa insecure, tetapi juga membuat istri merasa tidak pernah cukup di mata suaminya.
“Tidak ada perempuan yang nyaman dibanding-bandingkan, apalagi oleh suaminya sendiri,” ungkapnya.
4. Tidak Memberikan Dukungan Emosional
Dalam kehidupan rumah tangga, dukungan emosional memiliki peran penting. Sikap cuek, dingin, dan tidak peduli terhadap kondisi psikologis istri justru dapat memperbesar tekanan batin yang dirasakan pasangan.
Menurut Purnomo, banyak perempuan sebenarnya tidak selalu meminta materi, tetapi ingin didengar dan ditemani ketika menghadapi masalah.
“Kadang istri hanya ingin ditemani bicara atau didengar keluh kesahnya. Sikap acuh justru membuat perempuan merasa sendirian dalam rumah tangga,” katanya.
5. Tidak Menjaga Kesetiaan Pernikahan
Perselingkuhan disebut sebagai pukulan paling berat dalam hubungan rumah tangga. Kehadiran orang ketiga bukan hanya menghancurkan kepercayaan, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi seorang istri.
Pengkhianatan dalam pernikahan dinilai mampu menghancurkan rasa percaya diri, rasa aman, bahkan kesehatan mental pasangan.
“Perselingkuhan bukan hanya soal kehilangan cinta, tetapi juga menghancurkan harga diri dan rasa percaya seorang perempuan terhadap pasangannya,” tegas Purnomo Wardoyo.
Rumah Tangga Butuh Rasa Hormat dan Empati
Purnomo menambahkan, hubungan suami istri seharusnya dibangun di atas rasa hormat, komunikasi sehat, dan empati.
Ia mengingatkan bahwa menjaga perasaan pasangan merupakan bagian penting dari tanggung jawab dalam pernikahan.
“Rumah tangga tidak cukup hanya bertahan secara status. Yang lebih penting adalah bagaimana pasangan tetap saling menghargai agar hubungan tetap sehat secara emosional,” pungkasnya.
***
Queensha Jepara, Rabu 13 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan