Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Tidak semua pasangan yang baru menikah memiliki kemampuan untuk langsung membeli atau membangun rumah sendiri. Faktor ekonomi membuat banyak pasangan memilih tinggal bersama orang tua atau mertua.

Namun, tidak sedikit rumah tangga yang menghadapi persoalan ketika salah satu mertua terlalu sering ikut campur dalam urusan suami istri, mulai dari pola asuh anak, pengelolaan keuangan, hingga keputusan-keputusan pribadi.

Para ulama menegaskan bahwa Islam tidak melarang tinggal serumah dengan mertua, tetapi juga tidak mewajibkannya. Yang menjadi tujuan utama adalah menjaga keharmonisan rumah tangga, hak pasangan, dan tetap berbakti kepada orang tua. Jika tinggal bersama justru memicu lebih banyak mudarat, pasangan dapat mempertimbangkan tinggal terpisah dengan tetap menjaga hubungan baik.

Berikut 10 langkah terbaik apabila merasa tidak betah tinggal bersama mertua, meski belum memiliki rumah sendiri.

1. Jangan Mengambil Keputusan Saat Emosi

Rasa jengkel akibat komentar atau campur tangan mertua sering kali membuat seseorang ingin langsung pergi dari rumah.

Islam mengajarkan agar setiap persoalan diselesaikan dengan kesabaran, musyawarah, dan menghindari keputusan yang diambil saat emosi.

Solusi:

  • Tenangkan diri.
  • Hindari membalas dengan kata-kata kasar.
  • Cari waktu yang tepat untuk berdiskusi dengan pasangan.

2. Jadikan Suami sebagai Penengah

Dalam Islam, suami berkewajiban melindungi istrinya sekaligus tetap berbakti kepada orang tuanya.

Karena itu, apabila muncul konflik, suami sebaiknya menjadi mediator yang adil, bukan memihak secara membabi buta.

Solusi:

  • Bicarakan masalah secara pribadi dengan pasangan.
  • Hindari mempermalukan mertua di depan keluarga.

3. Bangun Komunikasi yang Santun

Banyak konflik sebenarnya muncul karena kesalahpahaman.

Islam menganjurkan berbicara dengan lembut, menjaga adab, dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.

Solusi:

  • Gunakan kalimat yang sopan.
  • Fokus pada solusi, bukan menyalahkan.

4. Tetapkan Batas Privasi

Pasangan suami istri tetap membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan mengambil keputusan sendiri.

Privasi bukan berarti memutus hubungan dengan orang tua, tetapi memberi ruang bagi keluarga inti untuk bertumbuh.

Solusi:

  • Sepakati batas-batas yang sehat.
  • Hormati rumah mertua, tetapi jaga ruang pribadi pasangan.

5. Pisahkan Pengelolaan Keuangan

Campur tangan sering muncul karena masalah uang.

Suami tetap berkewajiban menafkahi istri sesuai kemampuannya.

Solusi:

  • Buat anggaran keluarga.
  • Bedakan kebutuhan rumah tangga dengan bantuan kepada orang tua.

6. Mulai Menabung untuk Tempat Tinggal Sendiri

Belum mampu membeli rumah bukan berarti tidak bisa merencanakannya.

Solusi:

  • Sisihkan penghasilan secara rutin.
  • Pertimbangkan mengontrak rumah sederhana jika sudah memungkinkan.

Langkah kecil yang konsisten sering lebih realistis daripada menunggu kondisi sempurna.

7. Tetap Berbakti kepada Mertua

Keputusan tinggal terpisah tidak berarti durhaka kepada orang tua.

Islam tetap memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua dan mertua melalui sikap hormat, bantuan, kunjungan, serta perhatian.

Solusi:

  • Rutin mengunjungi mereka.
  • Membantu ketika dibutuhkan.
  • Menjaga silaturahmi.

8. Hindari Membuka Aib Keluarga

Menceritakan konflik rumah tangga kepada banyak orang sering memperburuk keadaan.

Solusi:

  • Curhat hanya kepada pihak yang dapat dipercaya dan memberi solusi.
  • Jika diperlukan, mintalah nasihat kepada ulama atau konselor keluarga.

9. Musyawarahkan Rencana Tinggal Terpisah

Apabila tinggal serumah terus-menerus menimbulkan konflik, tinggal terpisah dapat menjadi pilihan selama dilakukan dengan baik dan tidak memutus hubungan kekeluargaan.

Solusi:

  • Jelaskan alasan dengan santun.
  • Tegaskan bahwa keputusan itu untuk menjaga keharmonisan, bukan menjauhi orang tua.

10. Jadikan Keluarga Sakinah sebagai Tujuan

Rumah tangga yang baik dibangun atas dasar kasih sayang, saling menghormati, dan kerja sama.

Rumah sederhana yang penuh ketenangan jauh lebih berharga daripada rumah besar yang dipenuhi pertengkaran.

Solusi:

  • Perbanyak doa.
  • Tingkatkan ibadah bersama.
  • Biasakan saling menghargai dalam setiap keputusan.

Pandangan Ulama

Sejumlah ulama di Indonesia menjelaskan bahwa tinggal bersama mertua boleh dilakukan apabila membawa kemaslahatan. Namun, bila keadaan tersebut terus memicu konflik, mengganggu hak istri atau suami, serta menghilangkan ketenangan rumah tangga, maka tinggal terpisah dapat menjadi solusi selama tetap menjaga adab, silaturahmi, dan bakti kepada orang tua.

Mereka juga menekankan bahwa suami memiliki tanggung jawab untuk memperlakukan istri dengan baik, sekaligus tetap menghormati orang tua. Karena itu, keseimbangan antara hak pasangan dan bakti kepada orang tua harus dijaga.

 

Tinggal serumah dengan mertua bukanlah ukuran keberhasilan sebuah rumah tangga. Yang lebih penting adalah terciptanya suasana yang tenang, saling menghormati, dan penuh kasih sayang.

Apabila kondisi ekonomi belum memungkinkan memiliki rumah sendiri, pasangan dapat menyusun rencana keuangan secara bertahap sambil membangun komunikasi yang baik dengan mertua. Jika pada akhirnya tinggal terpisah menjadi pilihan terbaik, keputusan tersebut hendaknya dilakukan melalui musyawarah dan tetap menjaga hubungan kekeluargaan.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.