Queensha.id – Jepara,

 

Lonjakan wisatawan di kawasan Pantai Kartini hingga jalur penyeberangan ke Pulau Panjang tak hanya membawa berkah ekonomi, tetapi juga potensi risiko yang mengintai. Di tengah situasi ini, kehadiran relawan menjadi kekuatan penting yang tak tergantikan.

Gerak Cepat Tanpa Sambat (GCTS) tampil sebagai salah satu garda terdepan dalam menjaga keselamatan pengunjung. Bersama aparat dari Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia, relawan GCTS aktif melakukan pemantauan dan respons cepat di titik-titik rawan wisata.

Tak hanya itu, koordinasi juga diperkuat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jepara melalui pusat pengendalian operasi (Pusdalops). Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pengamanan wisata yang sigap dan terintegrasi.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin, menegaskan bahwa peran relawan sangat krusial, terutama saat momen libur panjang yang memicu peningkatan jumlah pengunjung secara signifikan.

“Relawan dari berbagai komunitas sangat membantu pemerintah dalam penanganan kebencanaan dan kondisi darurat. Saat libur bersama, mereka selalu siaga di berbagai titik wisata,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pengawasan, relawan juga menjadi ujung tombak edukasi keselamatan. Mereka aktif mengingatkan wisatawan akan potensi bahaya, mulai dari kecelakaan laut hingga kelalaian pribadi yang kerap terjadi di area wisata air.

Sementara itu, Ketua GCTS, Akip, menegaskan komitmen pihaknya dalam misi kemanusiaan. Ia menyebut relawan GCTS selalu siap diterjunkan kapan pun dibutuhkan, terutama di lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Kami akan terus hadir dan bergerak cepat di lapangan,” tegasnya.

Sinergi antara relawan, pemerintah, dan aparat ini menjadi bukti bahwa pengamanan wisata bukan sekadar rutinitas. Di balik ramainya pengunjung, ada kerja senyap yang penuh risiko sehingga kerja kolektif yang menuntut kesiapsiagaan, koordinasi, dan kepedulian tanpa henti.

 

***

Wartawan: Wakhid Obeng.
(24 Maret 2026)