Queensha.id – Jepara,
Kabupaten Jepara kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Jika selama ini Jepara dikenal sebagai kota ukir yang namanya mendunia, kini sektor perikanan berhasil menunjukkan potensinya melalui ekspor ikan teri nasi ke pasar internasional.
Produk unggulan hasil tangkapan nelayan lokal Jepara tersebut kini resmi menjadi komoditas ekspor premium yang diterima di dua negara dengan standar mutu pangan sangat ketat, yakni Jepang dan Singapura.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk perikanan lokal mampu bersaing di pasar global apabila didukung oleh teknologi, pendampingan, serta kolaborasi yang tepat.
Sembilan Kali Ekspor Hingga Juni 2026
Keberhasilan ekspor ikan teri nasi Jepara tidak terjadi secara instan. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Marine Science Techno Park (MSTP) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Teluk Awur, para nelayan mendapatkan pembinaan mulai dari proses penangkapan, pengolahan, hingga standar ekspor internasional.
Hingga Juni 2026, tercatat sudah dilakukan sembilan kali pengapalan ekspor ke Jepang dan Singapura.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi sektor perikanan Jepara karena membuka peluang pasar yang lebih luas dan memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan pemasaran di pasar domestik.
Kolaborasi Internasional Dorong Daya Saing Produk Lokal
Kesuksesan ekspor ini merupakan hasil kerja sama antara tim riset UNDIP dengan perusahaan perikanan asal Jepang, yaitu Marutetsu Co., Ltd. dan Nichiyo Trading Co., Ltd.
Kolaborasi tersebut tidak hanya membuka akses pasar internasional, tetapi juga memastikan bahwa produk teri nasi Jepara memenuhi standar kualitas, keamanan pangan, dan ketertelusuran produk yang dipersyaratkan oleh negara tujuan.
Kepercayaan pasar Jepang dan Singapura terhadap produk perikanan Jepara menjadi indikator bahwa kualitas hasil laut dari pesisir utara Jawa Tengah mampu memenuhi standar global.
Teri Jepara Siap Ekspansi ke Taiwan dan Jepang
Perjalanan produk unggulan Jepara di pasar dunia ternyata belum berhenti.
Dalam waktu dekat, produk teri nasi Jepara dijadwalkan mengikuti promosi perdagangan internasional di Taiwan pada 24 hingga 29 Juni 2026.
Selain itu, pada Agustus 2026 mendatang, produk perikanan Jepara juga akan tampil dalam pameran internasional di Jepang yang difasilitasi oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Momentum tersebut diharapkan semakin memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan volume ekspor produk perikanan Jepara ke berbagai negara Asia.
Perempuan Pesisir Jadi Tulang Punggung Industri Ekspor
Di balik keberhasilan ekspor ini, terdapat peran besar para perempuan pesisir yang menjadi motor penggerak industri pengolahan ikan teri.
Mayoritas tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi merupakan ibu rumah tangga dan perempuan pesisir yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
Mereka bertanggung jawab dalam berbagai tahapan produksi, mulai dari sortasi bahan baku, pengolahan higienis, proses pengeringan, hingga pengemasan sesuai standar ekspor Jepang.
Keberadaan industri ini tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga nelayan, tetapi juga membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat pesisir Jepara.
UNDIP Jepara Hadirkan Infrastruktur Perikanan Modern
Untuk mendukung kualitas produk ekspor, Kampus Marine Science Techno Park (MSTP) UNDIP Teluk Awur telah dilengkapi berbagai fasilitas modern.
Fasilitas tersebut meliputi cold storage, ruang pengolahan atau processing room, hingga ruang pendingin khusus yang memungkinkan produk tetap terjaga kualitasnya sebelum dikirim ke luar negeri.
Kepala Badan Pengelola Kampus UNDIP Jepara, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kawasan tersebut kini berkembang menjadi pusat sains, teknologi, dan inkubasi bisnis berbasis kelautan dan perikanan.
Keberadaan fasilitas modern tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan produk perikanan berkualitas tinggi yang mampu memenuhi standar ekspor internasional.
Didukung Kolaborasi Riset dengan Jepang
Pengembangan sektor perikanan Jepara juga diperkuat melalui kerja sama riset internasional dengan Kanazawa University, Jepang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi baru dalam pengolahan hasil laut, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan komoditas perikanan bernilai tambah tinggi.
Dengan dukungan penelitian berkelanjutan, Jepara berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan industri perikanan modern di Indonesia.
Wujud Nyata Ekonomi Biru Berkelanjutan
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan hanya meningkatkan angka ekspor, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan.
Melalui program ini, pelaku usaha lokal didorong untuk meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekitar.
Keberhasilan ekspor teri nasi Jepara juga mendukung sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain:
- SDG 1: Pengentasan kemiskinan.
- SDG 5: Kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan.
- SDG 8: Penciptaan lapangan kerja layak dan pertumbuhan ekonomi.
- SDG 14: Pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Pengamat Sosial Jepara: Produk Lokal Harus Menjadi Kebanggaan Bersama
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai keberhasilan ekspor teri nasi ini merupakan kabar menggembirakan yang menunjukkan bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi luar biasa apabila didukung oleh pendidikan, teknologi, dan akses pasar.
“Selama ini Jepara dikenal karena ukirannya. Kini sektor perikanan membuktikan bahwa hasil laut Jepara juga mampu bersaing di pasar dunia. Ini bukan hanya keberhasilan nelayan, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Jepara,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai dan mengembangkan potensi daerahnya sendiri.
Keberhasilan ekspor ikan teri nasi Jepara ke Jepang dan Singapura menjadi bukti nyata bahwa produk lokal mampu menembus pasar internasional apabila didukung inovasi, teknologi, serta kolaborasi yang kuat.
Dari pesisir Jepara, produk hasil laut kini hadir di meja makan dunia. Lebih dari sekadar capaian ekonomi, keberhasilan ini menjadi simbol kebangkitan sektor perikanan Jepara menuju masa depan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing global.
***
SJ.

Tinggalkan Balasan