Queensha.id – Musik,

Kabar mengejutkan datang dari bassist band Thomas Ramdhan. Musisi senior Indonesia tersebut mengumumkan penjualan salah satu gitar bass yang memiliki sejarah penting dalam perjalanan karier musiknya.

Melalui unggahan media sosial beberapa hari lalu, Thomas mengaku terpaksa menjual bass legendaris miliknya yang pertama kali digunakan saat proses pembuatan album “Baik” pada tahun 1999.

Dalam unggahan tersebut, Thomas menuliskan:

“Hai.. Sy Thomas Ramdhan bassist yg lahir di Indonesia. Hari ini dengan terpaksa sy akan menjual salah satu bass yg sangat ‘BERSEJARAH’ buat sy pribadi.”

Bass yang dijual merupakan seri G&L 2000, dengan harga yang ditawarkan mencapai Rp150 juta.

Thomas juga menyebut bahwa hanya orang-orang yang memahami sejarah musik dan nilai memorabilia yang akan mengerti alasan di balik harga tersebut.

 

Bass Album “Baik” Jadi Sorotan Pecinta Musik

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian para penggemar musik Indonesia, khususnya penggemar band Gigi.

Diketahui, album “Baik” menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan Gigi pada akhir era 1990-an. Karena itu, bass yang digunakan Thomas dalam proses album tersebut dianggap memiliki nilai historis tersendiri bagi kolektor musik.

Postingan itu pun ramai diperbincangkan dan telah meraih sekitar 1,6 ribu tanda suka, 505 komentar, serta 29 kali dibagikan dalam waktu empat hari.

 

Netizen Terbelah Soal Harga Rp150 Juta

Kolom komentar dipenuhi beragam tanggapan dari netizen. Sebagian menilai harga tersebut sangat pantas mengingat sejarah dan nilai sentimental alat musik tersebut.

Seorang netizen bernama Ryan Fadera menilai harga mahal atau murah tergantung sudut pandang dan kemampuan seseorang.

Menurutnya, bagi penggemar berat Gigi maupun kolektor musik, bass tersebut memiliki nilai sejarah yang sulit digantikan.

Sementara komentar lain datang dari akun Alhamdulillah Arif Achmad yang menyebut benda vintage dengan sejarah panjang memang memiliki pasar tersendiri.

Namun tidak sedikit pula yang menganggap harga Rp150 juta terlalu besar di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Akun bernama Fhatar menuliskan bahwa uang sebesar itu lebih baik digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan ibadah seperti berkurban saat Iduladha.

Di sisi lain, ada juga netizen yang menilai perdebatan tersebut terjadi karena banyak orang belum memahami konsep memorabilia dan koleksi musisi legendaris.

 

Sosok Thomas Ramdhan di Dunia Musik Indonesia

Thomas Ramdhan lahir pada 5 Maret 1967 di lingkungan keluarga seni. Ayah kandungnya dikenal sebagai pemain biola, sementara ayah tirinya juga merupakan pemain bass yang banyak mengajarkan teknik bermain alat musik kepadanya sejak kecil.

Selain dikenal sebagai bassist Gigi, Thomas juga memiliki perjalanan panjang di industri musik Indonesia. Ia pernah menulis lagu hits “Kembalilah Kasih (Kita Harus Bicara)” untuk Anggun C. Sasmi serta lagu “Terapung” milik Atiek CB.

Thomas juga sempat tergabung dalam proyek band dadakan bersama Pay, Lilo, dan Ronald eks Gigi dalam grup bernama The Lost Boys.

 

Bukan Sekadar Alat Musik

Fenomena penjualan bass milik Thomas Ramdhan menunjukkan bahwa alat musik bagi seorang musisi bukan sekadar benda biasa. Di dalamnya terdapat perjalanan karier, kenangan panggung, hingga sejarah karya yang melekat selama puluhan tahun.

Bagi sebagian orang, harga Rp150 juta mungkin terasa fantastis. Namun bagi kolektor dan penggemar musik yang memahami nilai sejarah sebuah memorabilia, angka tersebut justru dianggap sepadan.

Kini publik menanti, siapakah sosok yang akhirnya akan membawa pulang bass bersejarah milik salah satu bassist legendaris Indonesia tersebut.

 

***

Sabtu, 16 Mei 2026.