Queensha.id – Lifestyle & Bisnis,
Founder RANS Entertainment, Raffi Ahmad, membagikan pandangannya mengenai cara mengelola keuangan yang sehat dalam ajang Lampung Financial Festival 2026 yang digelar di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026).
Dalam sesi Inspirational Talks yang dipandu News Anchor CNBC Indonesia, Andi Shalini, Raffi menekankan bahwa keberhasilan mengelola uang bukan hanya soal investasi atau menambah penghasilan, tetapi juga berkaitan dengan introspeksi diri, rasa syukur, dan kebiasaan bersedekah.
Menurut Raffi, setiap orang bisa saja mengalami kerugian finansial akibat keputusan investasi yang kurang tepat. Namun, ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menyalahkan keadaan, melainkan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri.
“Kalau kita merasa uang cepat habis, investasi merugi, atau rezeki terasa hilang, cobalah introspeksi diri,” ungkap Raffi.
Rezeki adalah Amanah yang Harus Dijaga
Raffi Ahmad yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni menyampaikan bahwa rezeki merupakan titipan dari Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa setiap orang yang telah diberi kelapangan rezeki memiliki tanggung jawab untuk mengelolanya dengan baik serta berbagi kepada sesama melalui sedekah.
Menurutnya, rezeki tidak selalu menjadi berkah apabila tidak digunakan secara bijaksana.
“Rezeki itu adalah amanah. Rezeki bisa menjadi berkah, tetapi juga bisa menjadi mudarat apabila tidak mampu mengendalikannya,” ujarnya.
Sedekah Dinilai Membawa Keberkahan
Dalam kesempatan tersebut, Raffi mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sedekah sebagai bagian dari pengelolaan keuangan.
Ia menilai bahwa membantu orang lain merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan.
Bagi Raffi, keberhasilan finansial bukan hanya diukur dari jumlah aset yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan orang lain melalui harta tersebut.
Pentingnya Introspeksi Saat Mengalami Kerugian
Raffi juga mengingatkan bahwa kerugian dalam investasi atau usaha tidak selalu disebabkan oleh faktor ekonomi semata.
Ia mengajak masyarakat melakukan evaluasi terhadap keputusan keuangan yang telah diambil, mulai dari cara mengatur pengeluaran, memilih investasi, hingga menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan.
Dengan introspeksi, seseorang dapat memperbaiki pola pengelolaan uang agar lebih bijaksana di masa mendatang.
Peran Nagita Slavina dalam Mengatur Keuangan Keluarga
Dalam suasana santai, Raffi Ahmad turut memuji sang istri, Nagita Slavina, yang dinilainya sangat disiplin dalam mengelola keuangan keluarga.
Ia berkelakar bahwa setelah menikah, kondisi finansial mereka justru semakin baik karena Nagita dikenal pandai menyimpan uang.
Menurut Raffi, sikap disiplin dalam mengendalikan pengeluaran menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kestabilan keuangan rumah tangga.
Tips Mengelola Keuangan ala Raffi Ahmad
Berikut beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman Raffi Ahmad:
- Jadikan rezeki sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
- Biasakan bersedekah sebagai bentuk rasa syukur.
- Lakukan introspeksi ketika mengalami kerugian finansial.
- Hindari keputusan investasi yang tergesa-gesa.
- Kendalikan gaya hidup agar pengeluaran tetap seimbang.
- Libatkan pasangan dalam mengatur keuangan keluarga.
- Bangun kebiasaan menabung dan menyimpan dana darurat.
- Kelola rezeki secara bijaksana agar membawa keberkahan.
Pandangan Pakar Keuangan
Pengamat keuangan di Indonesia secara umum menilai bahwa pengelolaan keuangan yang baik bertumpu pada beberapa prinsip utama, yakni disiplin dalam menyusun anggaran, memiliki dana darurat, berinvestasi sesuai profil risiko, menghindari utang konsumtif, serta menyisihkan sebagian penghasilan untuk kegiatan sosial atau filantropi sesuai kemampuan. Pendekatan tersebut membantu menjaga stabilitas keuangan sekaligus membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Jadi, pesan yang disampaikan Raffi Ahmad menunjukkan bahwa mengelola keuangan bukan hanya soal memperoleh keuntungan, tetapi juga tentang membangun karakter dalam menggunakan rezeki secara bertanggung jawab. Introspeksi, disiplin, hidup sederhana, serta semangat berbagi melalui sedekah menjadi nilai-nilai yang dapat diterapkan siapa saja untuk menciptakan kondisi keuangan yang lebih sehat dan penuh keberkahan.
***
Sumber: Diolah dari laporan CNBC Indonesia.

Tinggalkan Balasan