Queensha.id – Jepara,

 

Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, setelah salah satu korban aksi pembakaran brutal akhirnya meninggal dunia.

Korban bernama Margi (86), yang merupakan mantan mertua pelaku, menghembuskan napas terakhir pada Jumat malam, 3 April 2026, usai menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius.

Margi meninggal dunia di RSUD RA Kartini Jepara. Saat ini, jenazah telah berada di ruang jenazah untuk proses pemandian sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

 

Aksi Brutal Saat Dini Hari

Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.45 WIB. Pelaku berinisial WD (63), yang merupakan mantan menantu korban, diduga melakukan aksi keji dengan membakar dua orang sekaligus saat sedang tertidur di dalam kamar.

Pelaku masuk ke dalam rumah membawa bahan bakar minyak jenis pertalite. Cairan tersebut kemudian disiramkan ke tubuh korban sebelum api disulut, menyebabkan kobaran api langsung membesar di dalam ruangan.
Teriakan korban yang kesakitan membangunkan warga sekitar. Sejumlah warga yang datang berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

 

Kondisi Memburuk Hingga Meninggal

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, kondisi Margi terus memburuk. Luka bakar yang diderita dinilai sangat serius hingga akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Korban diketahui merupakan warga Desa Tubanan RT 04 RW 02, Kecamatan Kembang. Ia lahir di Jepara pada 10 Juli 1939.

 

Duka dan Kemarahan Warga

Kematian korban menambah luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Banyak warga mengaku tidak menyangka konflik keluarga dapat berujung pada tindakan sekejam ini.

Peristiwa ini pun memicu keprihatinan luas, sekaligus menjadi peringatan keras akan bahaya konflik rumah tangga yang tidak terselesaikan.

 

Polisi Dalami Motif

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami motif di balik aksi pembakaran tersebut. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap latar belakang dan memastikan pertanggungjawaban hukum pelaku.

Tragedi di Tubanan menjadi gambaran nyata betapa konflik pribadi yang tidak terkendali bisa berubah menjadi bencana kemanusiaan.

Satu tindakan nekat, satu malam kelam, dan satu nyawa melayang hingga meninggalkan duka yang tak mudah terobati.

 

***
(Queensha Jepara | 3 April 2026)