Queensha.id – Jepara,

 

Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, kini memiliki inovasi baru di sektor pariwisata melalui peluncuran Paket Wisata Terpadu “Jelajah Batealit” yang resmi diperkenalkan pada Rabu (26/8/2026) pukul 08.30 WIB di Gedung Serba Guna Desa Batealit.

Program tersebut merupakan gagasan Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara sebagai bagian dari puncak pengabdian kepada masyarakat berbasis kemitraan. Melalui konsep wisata terpadu, berbagai potensi lokal Desa Batealit dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik menggunakan konsep jeep adventure.

Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga diajak mengenal kehidupan masyarakat melalui berbagai sektor unggulan desa, mulai dari wisata alam, UMKM, seni budaya, pertanian hingga peternakan.

 

Delapan Potensi Desa Menjadi Satu Paket Wisata

Paket Wisata Terpadu “Jelajah Batealit” mengintegrasikan delapan titik destinasi yang berasal dari berbagai sektor. Seluruh potensi tersebut disusun dalam satu jalur wisata sehingga pengunjung memperoleh pengalaman yang lengkap selama menjelajahi Desa Batealit.

Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata desa sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

 

Launching Dihadiri Berbagai Pihak

Acara peluncuran diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Jepara, serta Mars Syubbanul Wathan. Setelah itu dilaksanakan pembacaan tahlil, laporan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Batealit, sambutan Petinggi Desa Batealit, Camat Batealit, hingga Rektor UNISNU Jepara.

Momentum penting dalam kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan simbolis Geographic Information System (GIS) Paket Wisata “Jelajah Batealit” oleh Rektor UNISNU Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A., yang kemudian dilanjutkan dengan peresmian paket wisata, foto bersama, serta uji coba wisata menggunakan jeep adventure.

 

Pemerintah Desa Apresiasi Tim KKN UNISNU

Petinggi Desa Batealit, Ali Asikin, S.M., menyampaikan apresiasi kepada Tim KKN UNISNU Jepara yang dinilai berhasil menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Terima kasih atas kegiatan launching pagi ini dan kami bangga sekali kepada Tim KKN UNISNU Jepara yang telah bekerja keras dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat Desa Batealit,” ujarnya.

Ali Asikin berharap kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan UNISNU Jepara tidak berhenti setelah masa KKN selesai sehingga pengembangan wisata desa dapat terus berlanjut.

 

Berawal dari Pemetaan Potensi Desa

Koordinator sekaligus DPL Tim KKN UNISNU Jepara di Desa Batealit, Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I., menjelaskan bahwa lahirnya Paket Wisata “Jelajah Batealit” merupakan hasil observasi dan pemetaan potensi yang dilakukan bersama masyarakat.

Menurutnya, seluruh titik yang memiliki potensi wisata dipetakan, kemudian dikembangkan menjadi paket wisata terpadu berbasis jeep adventure.

“Jelajah Batealit merupakan hasil dari proses pemetaan dan penggalian potensi yang kami lakukan bersama masyarakat. Diawali dengan observasi titik-titik yang berpotensi untuk dijadikan sebagai wisata, memetakan, dan membuat paket wisata,” jelasnya.

Ia berharap inovasi tersebut mampu menjadikan Desa Batealit sebagai destinasi wisata baru yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

 

Camat Dorong Program Terus Berlanjut

Camat Batealit Yenny Diah Sulistiyani, S.STP., M.H., mengingatkan pentingnya keberlanjutan program setelah KKN selesai.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan pengelola wisata harus terus dijaga agar Paket Wisata Terpadu “Jelajah Batealit” semakin berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Rektor UNISNU Kagum dengan Potensi Wisata Batealit

Rektor UNISNU Jepara Prof. Dr. H. Abdul Djamil, M.A., mengaku terkesan setelah melihat berbagai potensi wisata yang dimiliki Desa Batealit.

“Setelah melihat pemaparan Tim Koordinator KKN UNISNU Jepara, saya kagum dengan Desa Batealit, banyak lokasi wisata yang menarik. Luar biasa Tim KKN UNISNU yang telah membuat peta interaktif yang ada Web GIS Batealit,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan Web GIS Batealit menjadi langkah maju dalam mendukung promosi wisata berbasis teknologi digital sehingga memudahkan wisatawan memperoleh informasi destinasi secara lebih lengkap.

 

UMKM dan Pelaku Wisata Optimistis

Pelaku wisata lokal, Ahmad Sikin, S.Pd.I., menyambut positif hadirnya paket wisata terpadu tersebut. Ia menilai integrasi berbagai potensi desa dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam sektor pariwisata.

Sementara itu, pelaku UMKM Mbak Erna berharap produk-produk lokal dapat semakin dikenal wisatawan.

“Dengan adanya paket wisata ini, kami berharap wisatawan yang datang bisa mengenal produk lokal dan ikut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Menjadi Model Pengembangan Wisata Desa

Peluncuran Paket Wisata Terpadu “Jelajah Batealit” menjadi contoh bagaimana potensi desa dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, pelaku seni, hingga sektor pertanian dan peternakan.

Selain menawarkan wisata alam, konsep tersebut menghadirkan pengalaman edukatif yang memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi masyarakat secara langsung kepada wisatawan.

Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga keberlanjutan pengelolaan, promosi, pelayanan wisata, serta memperkuat partisipasi masyarakat agar “Jelajah Batealit” mampu menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jepara sekaligus menjadi model pengembangan wisata desa berbasis potensi lokal.

 

***

Sumber: Diskominfo Jepara/AR