Queensha.id – Jepara,

 

Pemerintah Kabupaten Jepara langsung tancap gas usai momentum Idulfitri 1447 Hijriah. Melalui Apel Pagi yang dirangkai dengan Halalbihalal bersama jajaran Forkopimda, pimpinan BUMD, serta seluruh aparatur sipil negara (ASN), Kamis (26/3/2026), sinyal percepatan pembangunan daerah ditegaskan secara terbuka.

Kegiatan yang dihadiri Bupati Jepara, Wakil Bupati, Ketua DPRD, hingga unsur Forkopimda ini bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, forum ini menjadi panggung konsolidasi lintas sektor untuk menyatukan langkah dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

 

Transformasi Semangat Pelayanan Publik

Dalam amanatnya, Bupati Jepara yang akrab disapa Mas Wiwit menegaskan bahwa Halalbihalal tahun ini harus dimaknai sebagai titik balik. Ia menekankan bahwa ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tetapi motor utama perubahan.

“Momentum ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan titik balik untuk meningkatkan komitmen kita. Saya instruksikan seluruh ASN untuk bekerja lebih tangkas, menjaga integritas, dan memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi peringatan keras agar birokrasi tidak berjalan lamban, melainkan adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

ASN Jadi Garda Depan Informasi

Sementara itu, Ketua DPRD Jepara, Agus Sutrisna, menggarisbawahi pentingnya peran ASN sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menilai masih adanya celah informasi yang harus segera ditutup.

ASN diminta aktif menyosialisasikan berbagai program unggulan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas.

 

Lima Fokus Strategis Jepara MULUS

Dalam arah kebijakan yang dipaparkan, visi Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius) menjadi kompas utama pembangunan. Sejumlah prioritas strategis pun ditegaskan:

1. Akselerasi Infrastruktur
Perbaikan jalan dipercepat melalui perawatan rutin hingga betonisasi, disertai penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi.

2. Pendidikan & Kesehatan
Program Kartu Sarjana Jepara terus dioptimalkan, disertai perluasan jaminan kesehatan BPJS bagi warga kurang mampu.

3. Penguatan Ekonomi Kreatif
Melalui program UMKM Naik Kelas dan Jepara Karya, pemerintah menargetkan penciptaan puluhan ribu lapangan kerja baru. Pasar Mebel Jepara juga didorong menjadi ikon ekonomi daerah yang lebih kompetitif.

4. Reformasi Birokrasi
Digitalisasi layanan publik dan program “Bupati Ngantor di Desa” menjadi strategi jemput bola untuk mempercepat pelayanan sekaligus menyerap aspirasi warga secara transparan.

5. Ketahanan Sosial
Program Jumat Berangkat difokuskan pada penguatan kerukunan umat beragama dan kegiatan sosial langsung di masyarakat.

 

Soliditas Jadi Kunci

Menutup arahannya, Bupati Jepara menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh jajaran pemerintah daerah. Ia optimistis bahwa sinergi kuat antara eksekutif, legislatif, dan Forkopimda akan menjadi fondasi kokoh dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Suasana Halalbihalal yang berlangsung hangat dan penuh keakraban menjadi simbol kuatnya persatuan para pemangku kepentingan di Jepara yang merupakan sebuah modal sosial penting untuk menatap pembangunan yang lebih progresif ke depan.

 

***
(26 Maret 2026)