Queensha.id – Jepara,
Masyarakat Jepara sempat dibuat resah dengan beredarnya konten viral tentang teror perampok sadis bermodus pocong di media sosial.
Dalam unggahan yang tersebar di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial itu, terlihat sosok menyeramkan menyerupai pocong yang disebut-sebut berkeliaran pada malam hari sambil membawa senjata tajam.
Narasi yang menyertai video tersebut langsung memicu kepanikan warga. Banyak masyarakat mengaku takut keluar malam karena khawatir terjadi aksi kriminal berkedok teror mistis.
Namun setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut dipastikan hanyalah konten rekayasa yang dibuat oleh tiga remaja demi mencari perhatian dan viral di media sosial.
Ketiga remaja itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena aksi mereka telah menimbulkan keresahan di tengah warga.
Warga Mengaku Takut dan Resah
Viralnya video tersebut membuat sebagian masyarakat sempat percaya bahwa benar ada aksi teror pocong perampok di sejumlah wilayah Jepara.
Salah satu warga mengaku merasa khawatir setelah melihat video dan pesan berantai yang terus dibagikan di grup WhatsApp.
“Awalnya saya kira benar-benar ada perampok pakai kostum pocong. Soalnya videonya dibuat seperti nyata sekali. Anak-anak sampai takut keluar rumah malam,” ujar Suyanto, warga Jepara, Sabtu (23/5).
Hal serupa juga disampaikan Nur Aini, warga lainnya yang mengaku sempat panik karena isu tersebut cepat menyebar dari mulut ke mulut.
“Yang bikin resah itu karena videonya terus dikirim ke grup keluarga dan tetangga. Banyak yang percaya begitu saja tanpa tahu itu asli atau tidak,” katanya.
Menurut warga, konten seperti itu dinilai berlebihan karena memanfaatkan ketakutan masyarakat demi hiburan dan popularitas media sosial.
Diduga Demi Kejar Viewer dan Monetisasi Konten
Fenomena viral tersebut juga memunculkan sorotan terkait tren konten sensasional di media sosial yang dibuat demi mengejar viewer, komentar, dan pendapatan digital.
Banyak akun media sosial saat ini diketahui menggunakan fitur profesional atau monetisasi sehingga semakin banyak interaksi, semakin besar peluang memperoleh keuntungan.
Akibatnya, sebagian kreator konten nekat membuat video horor, prank, hingga narasi menyesatkan tanpa memikirkan dampak sosial yang ditimbulkan.
Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Masyarakat Jepara kini diimbau lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi di media sosial, terutama konten yang mengandung unsur teror, provokasi, dan kepanikan publik.
Warga juga diminta melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu sebelum membagikan informasi kepada orang lain.
Jika menemukan kejadian mencurigakan, masyarakat disarankan segera melapor kepada aparat desa, Bhabinkamtibmas, maupun pihak kepolisian agar tidak terjadi kesalahpahaman yang memicu keresahan massal.
Konten Hoaks Dinilai Ganggu Ketertiban Masyarakat
Fenomena penyebaran konten hoaks dan sensasional demi viralitas dinilai sangat berbahaya karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Warga berharap para kreator konten lebih bertanggung jawab dan tidak menjadikan rasa takut masyarakat sebagai bahan hiburan semata.
Selain merugikan publik, konten menyesatkan juga berpotensi menimbulkan kepanikan sosial, terutama jika menyangkut isu kriminalitas dan keamanan lingkungan.
***
Wartawan: AR.
(Queensha Jepara, 23 Mei 2026)

Tinggalkan Balasan