Queensha.id – Kuliner,

 

Kabupaten Jepara tidak hanya dikenal sebagai Kota Ukir, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Namun, seiring berkembangnya makanan modern dan cepat saji, sejumlah kuliner khas Jepara mulai sulit ditemukan, terutama di kalangan generasi muda.

Berikut 15 makanan tradisional khas Jepara yang layak terus dilestarikan.

1. Horok-horok

Horok-horok merupakan makanan khas Jepara yang terbuat dari tepung aren atau sagu aren. Dahulu menjadi pengganti nasi pada masa penjajahan Jepang.

Bahan: Tepung aren, garam, air.

Kandungan gizi: Karbohidrat, sedikit serat, mineral.

Harga: Rp5.000–Rp10.000 per bungkus.

2. Adon-adon Coro

Minuman tradisional berbahan jahe, santan, gula merah, kelapa muda bakar, dan rempah-rempah.

Kandungan gizi: Vitamin B, antioksidan, kalium, mangan.

Harga: Rp8.000–Rp15.000 per gelas.

3. Turuk Bintul

Jajanan khas dari Desa Pendosawalan, Kalinyamatan, berbahan ketan putih dan kacang tolo dengan taburan kelapa parut.

Kandungan gizi: Karbohidrat, protein nabati, serat.

Harga: Rp2.000–Rp5.000 per buah.

4. Pindang Serani

Masakan ikan berkuah segar khas Jepara.

Bahan: Ikan laut, belimbing wuluh, tomat, cabai, rempah-rempah.

Kandungan gizi: Protein tinggi, omega-3, vitamin D.

Harga: Rp20.000–Rp40.000 per porsi.

5. Opor Panggang

Ayam dibakar terlebih dahulu sebelum dimasak dengan kuah santan.

Kandungan gizi: Protein, lemak sehat, vitamin B12.

Harga: Rp25.000–Rp40.000.

6. Bongko Mento

Makanan berbahan tepung, ayam suwir, santan, dan jamur yang dibungkus daun pisang.

Kandungan gizi: Protein, karbohidrat, vitamin B kompleks.

Harga: Rp4.000–Rp8.000.

7. Gethuk Peron

Olahan singkong khas Desa Peron.

Kandungan gizi: Karbohidrat kompleks, vitamin C, serat.

Harga: Rp5.000–Rp10.000.

8. Kintelan

Bola-bola tepung ketan dengan kuah gula merah.

Kandungan gizi: Karbohidrat, zat besi dari gula merah.

Harga: Rp5.000–Rp8.000.

9. Lontong Krubyuk

Lontong dengan kuah gurih dan aneka lauk tradisional.

Kandungan gizi: Karbohidrat, protein, vitamin B.

Harga: Rp10.000–Rp15.000.

10. Gemblong Jepara

Jajanan dari ketan dengan balutan gula merah.

Kandungan gizi: Karbohidrat dan energi.

Harga: Rp2.000–Rp4.000.

11. Tetel

Kue tradisional dari singkong dan kelapa.

Kandungan gizi: Serat, vitamin C, karbohidrat.

Harga: Rp2.000–Rp5.000.

12. Lemet Singkong

Terbuat dari singkong parut, gula merah, dan kelapa yang dibungkus daun pisang.

Kandungan gizi: Serat, vitamin C, energi.

Harga: Rp2.000–Rp4.000.

13. Jongkong

Kue tradisional berbahan tepung beras, santan, dan gula merah.

Kandungan gizi: Karbohidrat dan kalsium.

Harga: Rp3.000–Rp5.000.

14. Apem Tradisional

Kue berbahan tepung beras yang sering disajikan pada acara adat.

Kandungan gizi: Karbohidrat dan vitamin B.

Harga: Rp2.000–Rp5.000.

15. Wajik Ketan

Ketan yang dimasak bersama gula merah dan santan.

Kandungan gizi: Karbohidrat, energi, sedikit lemak sehat.

Harga: Rp5.000–Rp10.000.

 

Mengapa Kuliner Tradisional Mulai Dilupakan?

Perubahan gaya hidup, maraknya makanan cepat saji, minimnya regenerasi pembuat makanan tradisional, serta berkurangnya minat generasi muda menjadi beberapa faktor penyebab kuliner khas Jepara semakin jarang dijumpai. Padahal, sebagian besar makanan tersebut menggunakan bahan alami tanpa banyak bahan tambahan dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jepara.

 

Kuliner tradisional Jepara bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, cita rasa, dan kandungan gizi yang baik. Melestarikan makanan khas daerah berarti ikut menjaga identitas budaya sekaligus mendukung pelaku usaha kuliner lokal agar tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.