Queensha.id – Jepara,

 

Kasus pelecehan seksual terhadap anak dan remaja di Jepara menjadi perhatian serius masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran besar, terutama bagi para orang tua yang memiliki anak perempuan usia remaja.

Pengamat sosial asal Jepara Purnomo Wardoyo menilai, perlindungan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah atau aparat penegak hukum. Peran keluarga, khususnya ibu dan ayah, menjadi faktor utama dalam mencegah anak terjebak dalam situasi berbahaya.

Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang semakin bebas, pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak dinilai harus lebih aktif dan terbuka.

 

Peran Ibu Sangat Penting dalam Pendampingan Emosional Anak

Ibu dianggap memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan anak perempuan. Karena itu, komunikasi yang sehat antara ibu dan anak menjadi langkah penting untuk mencegah kekerasan maupun pelecehan seksual.
Anak perempuan perlu merasa aman untuk bercerita tentang pergaulan, tekanan sosial, hingga pengalaman yang membuatnya tidak nyaman.

 

Beberapa langkah yang bisa dilakukan ibu antara lain:

– Menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak.

– Mengajarkan batasan tubuh dan privasi sejak dini.

– Memberikan edukasi tentang bahaya pelecehan seksual.

– Mengawasi penggunaan media sosial tanpa bersikap mengekang.

– Mengenali perubahan perilaku anak yang mencurigakan.

Pendekatan yang lembut namun tegas dinilai lebih efektif dibanding pola asuh yang terlalu keras.

 

Peran Ayah dalam Mengawasi Anak Perempuan Sangat Dibutuhkan

Selain ibu, sosok ayah juga memiliki pengaruh besar terhadap rasa aman dan pembentukan karakter anak perempuan.
Kedekatan ayah dengan anak perempuan dapat membantu membangun rasa percaya diri dan memberikan perlindungan psikologis yang kuat.

Pengawasan ayah bukan berarti membatasi kebebasan anak secara berlebihan, melainkan memastikan anak berada dalam lingkungan yang aman.

 

Beberapa bentuk peran ayah yang dinilai penting antara lain:

– Menjalin komunikasi terbuka dengan anak perempuan.

– Mengenal lingkungan pergaulan anak.

– Mengawasi aktivitas digital dan media sosial.

– Memberikan pemahaman tentang laki-laki yang berperilaku tidak sehat.

– Menjadi figur pelindung dan panutan di rumah.

 

Edukasi untuk Anak Laki-laki Jadi Kunci Pencegahan

Banyak pihak menilai, pencegahan pelecehan seksual tidak cukup hanya fokus melindungi perempuan. Edukasi terhadap anak laki-laki juga sangat penting agar mereka tumbuh dengan pemahaman moral dan rasa hormat terhadap perempuan.

Anak laki-laki perlu diajarkan sejak dini bahwa perempuan bukan objek, melainkan manusia yang harus dihargai dan dilindungi.

 

Edukasi yang Perlu Ditanamkan pada Anak Laki-laki

 

1. Mengajarkan Rasa Hormat kepada Perempuan

Anak laki-laki perlu memahami pentingnya menghormati tubuh, privasi, dan perasaan perempuan.

 

2. Pendidikan Moral dan Agama

Nilai agama dan akhlak dinilai menjadi pondasi penting untuk membentuk karakter anak muda yang bertanggung jawab.

 

3. Bahaya Pornografi dan Konten Digital Negatif

Paparan pornografi dan konten seksual di media sosial dapat memengaruhi pola pikir remaja jika tidak diawasi dengan baik.

 

4. Edukasi Consent atau Persetujuan

Remaja laki-laki harus memahami bahwa setiap tindakan fisik harus berdasarkan persetujuan dan tidak boleh memaksa.

 

5. Membangun Empati dan Kontrol Emosi

Pendidikan karakter harus mengajarkan empati, sopan santun, serta kemampuan mengendalikan hawa nafsu dan emosi.

 

Solusi untuk Menekan Kasus Pelecehan Seksual di Jepara

Untuk menekan angka pelecehan seksual terhadap remaja, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah daerah.

Beberapa solusi yang dinilai penting antara lain:

– Mengadakan edukasi seksual sehat di sekolah.

– Membentuk ruang konseling remaja.

– Memperkuat pendidikan agama dan karakter.

– Mengawasi penggunaan gadget dan media sosial.

– Menindak tegas pelaku pelecehan seksual.

– Mendorong anak berani melapor jika mengalami tindakan tidak pantas.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyalahkan korban dan lebih fokus pada pencegahan serta pembinaan moral generasi muda.

Kasus pelecehan seksual bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan pendidikan, pengawasan keluarga, dan lingkungan sosial. Karena itu, keterlibatan orang tua menjadi benteng utama agar anak-anak di Jepara dapat tumbuh aman dan terlindungi.

 

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes kabupaten Jepara, Muh Ali menghimbau, “Untuk mencegah pelecehan terhadap perempuan dan anak perlu pendidikan dini yaitu kesehatan reproduksi, ” ujarnya.

 

Selain itu, ia menambahkan, “Ya harus berani berkata tidak untuk menyentuh bagian-bagian yang pribadi dan menumbuhkan budaya lapor segera, ” pungkasnya, Kamis (7/5/2026).

 

***

(Queensha Jepara, 7 Mei 2026)