Queensha.id – Jepara,

 

Peristiwa kebakaran mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Al-Wustho, Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Kamis siang (2/4/2026). Api melalap salah satu kamar santri dan memicu kepanikan di lingkungan pesantren.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.35 WIB dan menghanguskan kamar santri berukuran kurang lebih 4×4 meter persegi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Jepara, Edy Marwoto, mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.

“Kebakaran bermula saat salah satu santri menghidupkan kipas angin dalam waktu lama tanpa henti, yang kemudian memicu terjadinya korsleting listrik hingga menimbulkan api,” jelasnya.

Api yang sempat membesar berhasil dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran dari Pos Kalinyamatan diterjunkan ke lokasi. Dengan respons cepat, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.10 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta.

Peristiwa ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat aktivitas dan dihuni banyak santri.

Selain faktor teknis, penggunaan perangkat elektronik secara terus-menerus tanpa pengawasan juga dinilai berisiko tinggi memicu kebakaran. Kipas angin yang dibiarkan menyala dalam waktu lama, misalnya, dapat menyebabkan panas berlebih dan berujung pada korsleting.

Pihak berwenang pun mengimbau pengelola pondok pesantren untuk rutin melakukan pengecekan instalasi listrik, serta memberikan edukasi kepada para santri terkait penggunaan perangkat elektronik secara aman.

Insiden ini tidak hanya menjadi peristiwa kebakaran biasa, tetapi juga alarm bagi lembaga pendidikan berbasis asrama agar lebih serius dalam aspek keselamatan.

Ke depan, sistem pengawasan dan standar keamanan di lingkungan pondok pesantren diharapkan dapat ditingkatkan, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

***

Damkar Jepara.
(Queensha Jepara | 2 April 2026)