Queensha.id – Jepara,

 

Hangatnya kebersamaan terasa kuat dalam gelaran Pengajian Umum, Halal Bihalal, dan Hari Lahir (Harlah) Pemuda Pemudi RT 12 Dukuh Cangkring, Desa Bringin, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara. Acara yang digelar di lapangan voli setempat pada Sabtu (4/4/2026) itu menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan pemerintah desa, tokoh agama, serta ratusan warga.

Dengan mengusung tema “Solidaritas Tanpa Batas”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi tradisi pasca-Idulfitri, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan generasi muda.

Pengajian menghadirkan KH Muhammad Nasihin (Munas) dari Jepara sebagai penceramah utama. Suasana semakin semarak dengan penampilan grup Alissa Qosidah yang turut menghibur masyarakat.

Ketua Pemuda RT 12, Adib Khoiruddin Umam, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara sekaligus menandai usia ke-29 organisasi pemuda tersebut.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dalam keadaan sehat. Momentum ini mari kita manfaatkan untuk meningkatkan iman dan takwa, sekaligus memperkuat peran pemuda dalam masyarakat,” ujarnya, Sabtu (4/4).

Ia juga mengajak seluruh anggota pemuda untuk terus berjuang dan menjaga kekompakan demi kemajuan organisasi dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Petinggi Desa Bringin, Sumardi, memberikan apresiasi atas kekompakan pemuda dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, acara seperti ini memiliki nilai strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah desa, pemuda, dan masyarakat.

“Halal bihalal dan harlah ini bukan hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat kolaborasi sosial. Ini contoh positif bagi pemuda di tempat lain,” ungkapnya di hadapan warga.

Sumardi juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pilar masa depan bangsa. Ia menilai, karakter kuat dan tangguh tidak bisa dibentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan nilai moral, agama, dan kepedulian sosial.

“Pemuda harus punya tekad menjadi pribadi yang bermanfaat. Aktif dalam kegiatan sosial adalah salah satu cara membangun empati dan semangat kebersamaan,” tegasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menandai eratnya ikatan kekeluargaan yang terbangun. Semangat kebersamaan yang tercipta diharapkan terus hidup, tidak hanya dalam seremoni, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

***
Wartawan: Aries P.
(4 April 2026)