Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Fenomena ustadz dan ustadzah yang kerap tampil di berbagai pengajian, televisi, hingga media sosial memunculkan satu pertanyaan yang sering dibicarakan masyarakat yaitu berapa sebenarnya honor mereka saat diundang mengisi ceramah?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Besaran honor sangat bervariasi, tergantung popularitas, lokasi acara, hingga kebijakan pribadi masing-masing pendakwah.

 

Honor Bervariasi, dari Gratis hingga Puluhan Juta

Dari berbagai sumber, honor ustadz di Indonesia bisa dimulai dari:

– Gratis (ikhlas) untuk dakwah tertentu.

– Rp5 juta – Rp15 juta untuk skala pengajian umum.

– Rp25 juta – Rp40 juta untuk ustaz/ustazah populer.

Bahkan bisa mencapai Rp75 juta hingga Rp100 juta lebih untuk tokoh nasional.

Angka tersebut biasanya belum termasuk biaya transportasi, penginapan, hingga kebutuhan rombongan.

 

Contoh Honor Pendakwah Ternama

Beberapa nama besar sempat menjadi sorotan terkait honor ceramah:

– Ustadz Maulana disebut menerima sekitar Rp25 juta per acara.

– Ustadzah Mamah Dedeh sekitar Rp40 juta sekali ceramah.

– Ustadz Gus Miftah dikabarkan mencapai Rp75 juta per sesi.

Namun, ada juga kasus ekstrem di mana permintaan honor bisa melonjak sangat tinggi dalam kondisi tertentu, meski hal ini menuai kontroversi publik.

 

Banyak Ustadz Tidak Mematok Tarif

Menariknya, tidak semua pendakwah menetapkan tarif.

Beberapa ulama seperti Ustadz Adi Hidayat secara tegas menyatakan tidak memiliki tarif tetap dan lebih mengutamakan dakwah daripada bayaran.

Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah dai lain yang memilih menerima “bisyaroh” atau uang lelah secara sukarela dari panitia.

 

Faktor yang Menentukan Honor

Besaran honor biasanya dipengaruhi oleh:

– Popularitas dan jam terbang.

– Skala acara (kampung, kota, nasional, TV).

– Lokasi (dalam/luar kota atau luar negeri).

– Durasi ceramah.

– Jumlah tim yang ikut.

Semakin terkenal seorang ustadz, biasanya semakin tinggi pula biaya yang harus disiapkan oleh panitia.

 

Antara Dakwah dan Profesionalisme

Di satu sisi, dakwah adalah panggilan agama yang identik dengan keikhlasan. Namun di sisi lain, aktivitas ceramah juga membutuhkan waktu, tenaga, perjalanan, dan manajemen yang tidak sedikit.

Karena itu, banyak pihak menilai honor yang diterima bukanlah “menjual agama”, melainkan bentuk penghargaan atas profesionalitas dan dedikasi.

Honor ustadz dan ustadzah di Indonesia tidak memiliki angka pasti. Mulai dari tanpa tarif hingga puluhan juta rupiah, semuanya bergantung pada konteks dan kesepakatan.

Yang jelas, di balik angka-angka tersebut, dakwah tetap menjadi inti utama yakni menyampaikan ilmu dan kebaikan kepada umat.

 

***
(13 April 2026)