Queensha.id – Edukasi Sosial,
Di tengah kemajuan zaman, pola pikir masyarakat seharusnya ikut berkembang. Namun, di sejumlah lingkungan, masih ditemukan kebiasaan lama: mengaitkan kesuksesan seseorang dengan hal-hal mistis seperti pesugihan.
Fenomena ini kerap muncul ketika seseorang berhasil membangun usaha, membuka cabang di berbagai tempat, atau mengalami peningkatan ekonomi secara cepat. Alih-alih diapresiasi, tidak sedikit yang justru menuduh keberhasilan tersebut berasal dari jalan yang tidak wajar.
Padahal, dalam realitas modern, kesuksesan lebih banyak ditentukan oleh kerja keras, strategi, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang.
Iri yang Dibungkus Tuduhan
Pengamat sosial menilai, tuduhan pesugihan sering kali bukan soal keyakinan, melainkan bentuk rasa iri dan dengki yang tidak diungkapkan secara langsung.
Ketika melihat orang lain berhasil, sebagian orang memilih mencari penjelasan instan daripada mengakui usaha panjang di baliknya. Tuduhan ini kemudian menjadi “pembenaran” agar mereka merasa setara.
Di era digital saat ini, pola pikir seperti ini justru sering menjadi bahan tertawaan. Masyarakat yang lebih rasional cenderung melihat kesuksesan sebagai hasil kerja nyata, bukan hal mistis.
Pandangan Ulama: Hindari Suudzon dan Fitnah
Dalam perspektif agama, sikap seperti ini mendapat perhatian serius. Ulama terkemuka Indonesia seperti Buya Yahya menegaskan bahwa menuduh tanpa bukti adalah bentuk prasangka buruk (suudzon) yang dilarang.
Menurutnya, keberhasilan seseorang seharusnya disikapi dengan husnuzon (berbaik sangka). Rezeki setiap orang telah diatur, dan bisa datang melalui usaha yang halal dan kerja keras.
Senada dengan itu, Abdul Somad juga kerap mengingatkan bahwa iri dan dengki dapat merusak hati. Bahkan, dalam ajaran Islam, sifat tersebut diibaratkan seperti api yang menghabiskan kebaikan.
Menuduh orang lain melakukan pesugihan tanpa bukti juga termasuk fitnah, yang dosanya sangat besar.
Realitas: Sukses Itu Proses
Di balik usaha yang berkembang pesat, biasanya ada proses panjang yang tidak terlihat. Mulai dari kegagalan, kerja tanpa kenal waktu, hingga keberanian mengambil risiko.
Membuka banyak cabang usaha, misalnya, bukan hal yang terjadi dalam semalam. Dibutuhkan perencanaan matang, manajemen yang baik, serta jaringan yang kuat.
Namun karena proses ini tidak selalu tampak di permukaan, sebagian orang memilih jalan pintas dalam menilai yaitu mengaitkannya dengan hal mistis.
Edukasi Masyarakat Perlu Diperkuat
Fenomena ini menunjukkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar lebih rasional dan tidak mudah menuduh tanpa dasar.
Menghargai kerja keras orang lain adalah bagian dari membangun lingkungan yang sehat. Sebaliknya, menyebarkan tuduhan tanpa bukti hanya akan merusak hubungan sosial dan menciptakan konflik.
Pada akhirnya, kesuksesan seseorang seharusnya menjadi motivasi, bukan bahan kecurigaan.
Karena di zaman modern, tuduhan tanpa dasar bukan lagi ditakuti melainkan justru mengundang tawa.
***
14 April 2026

Tinggalkan Balasan