Queensha.id – Jepara,

Upaya Pemerintah Kabupaten Jepara dalam memperluas penerangan jalan umum (PJU) mulai menunjukkan progres. Namun di balik percepatan tersebut, sejumlah titik gelap masih menjadi pekerjaan rumah serius yang belum terselesaikan.

Program penataan PJU kini digenjot secara bertahap, meski terkendala keterbatasan bantuan dari pemerintah pusat yang baru direalisasikan pada 2026. Akibatnya, pemasangan lampu belum bisa menjangkau seluruh wilayah secara merata.

Kepala Dinas Perhubungan Jepara, Deni Hendarko, mengakui bahwa strategi saat ini difokuskan pada titik-titik prioritas yang dinilai rawan.

“Karena bantuan masih terbatas, penanganan dilakukan bertahap. Yang penting titik gelap bisa segera teratasi,” ujarnya, Jum’at (17/4) dilansir dari sumber.

 

Fokus di Jalur Strategis

Tahap awal pemasangan difokuskan pada jalur perbatasan Kecamatan Pecangaan hingga Tahunan, khususnya wilayah Desa Ngabul. Kawasan ini dipilih karena memiliki mobilitas tinggi, namun minim penerangan.

Sebanyak 60 unit lampu PJU dipasang dalam proyek awal ini. Seluruh pengerjaan dilakukan oleh pemerintah pusat, mulai dari pembangunan pondasi hingga instalasi jaringan dan sistem pengamanan.

Proyek yang dimulai sejak April 2026 itu ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari atau sekitar Juni mendatang.

 

Pemkab Siapkan Skema Tambahan

Di luar bantuan pusat, Pemkab Jepara juga tengah menyiapkan penambahan PJU melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, program ini masih dalam tahap perencanaan.

Jika terealisasi, pemasangan akan diprioritaskan di jalan protokol dengan intensitas lalu lintas tinggi. Selain itu, perawatan lampu yang rusak juga menjadi fokus agar fasilitas yang sudah ada dapat berfungsi optimal.

Tak hanya mengandalkan anggaran pemerintah, kolaborasi dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dibuka untuk mempercepat pemerataan penerangan.

 

Titik Gelap Masih Jadi Ancaman

Meski berbagai upaya telah dilakukan, kenyataannya masih banyak titik gelap yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga aspek keselamatan dan keamanan masyarakat.

Program “Padang Jingglang” yang diusung pemerintah daerah menjadi salah satu langkah strategis untuk mewujudkan Jepara yang lebih terang. Namun, realisasi penuh program ini masih membutuhkan waktu dan dukungan berbagai pihak.

 

Antara Progres dan Tantangan

Percepatan pembangunan PJU menjadi sinyal positif bagi peningkatan infrastruktur daerah. Namun, selama pemerataan belum tercapai, titik gelap akan tetap menjadi persoalan laten.

Masyarakat kini menanti: apakah upaya ini mampu menuntaskan masalah secara menyeluruh, atau sekadar menjadi terang di sebagian titik, sementara yang lain masih tertinggal dalam gelap.

 

***
(17 April 2026)