Queensha.id – Edukasi Sosial,
Fenomena lansia yang mulai sulit mendengar sering dijumpai di tengah masyarakat. Banyak orang tua yang harus meminta lawan bicara mengulang ucapan, menaikkan volume televisi, hingga kesulitan memahami percakapan di tempat ramai.
Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi seiring bertambahnya usia. Dalam dunia medis, gangguan pendengaran pada lansia dikenal dengan istilah presbikusis, yaitu penurunan kemampuan mendengar akibat proses penuaan alami.
Meski umum terjadi, kondisi ini tetap perlu dipahami masyarakat agar lansia mendapatkan perhatian, dukungan, dan penanganan yang tepat.
Kenapa Pendengaran Lansia Bisa Berkurang?
Penurunan pendengaran pada orang lanjut usia dapat dipicu oleh berbagai faktor. Tidak hanya karena usia, tetapi juga dipengaruhi pola hidup dan kondisi kesehatan tertentu.
1. Penuaan Sel Saraf Pendengaran
Seiring bertambahnya usia, sel-sel halus di telinga bagian dalam mengalami penurunan fungsi. Padahal, bagian tersebut berperan penting dalam menangkap suara dan mengirimkannya ke otak.
Ketika sel-sel itu rusak atau melemah, kemampuan mendengar otomatis ikut menurun.
2. Terlalu Sering Terpapar Suara Keras
Paparan suara keras dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan pendengaran. Misalnya karena bekerja di lingkungan bising, sering mendengarkan musik terlalu keras, atau kebiasaan menggunakan earphone dengan volume tinggi.
Efeknya terkadang baru terasa saat memasuki usia lanjut.
3. Penumpukan Kotoran Telinga
Banyak lansia mengalami penumpukan serumen atau kotoran telinga yang mengeras. Kondisi ini dapat menghambat suara masuk ke saluran telinga sehingga pendengaran terasa menurun.
Meski terlihat sepele, masalah ini cukup sering terjadi.
4. Penyakit Tertentu
Gangguan kesehatan seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga stroke juga dapat memengaruhi aliran darah ke saraf pendengaran.
Akibatnya, fungsi pendengaran perlahan menurun.
5. Efek Obat-obatan
Beberapa jenis obat tertentu diketahui memiliki efek samping terhadap pendengaran apabila dikonsumsi dalam jangka panjang atau dosis tinggi.
Karena itu, lansia perlu rutin berkonsultasi dengan tenaga medis terkait penggunaan obat.
6. Faktor Genetik
Sebagian orang memiliki risiko gangguan pendengaran yang diwariskan dari keluarga. Jika orang tua atau kakek-nenek mengalami masalah serupa, kemungkinan risiko pada keturunan bisa meningkat.
Tanda-Tanda Pendengaran Lansia Mulai Menurun
Masyarakat perlu mengenali beberapa tanda berikut:
- Sering meminta orang lain mengulang pembicaraan
- Volume televisi atau ponsel terlalu keras
- Sulit memahami percakapan di tempat ramai
- Salah menangkap ucapan
- Menghindari percakapan sosial
- Merasa orang lain berbicara pelan
Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat lansia merasa kesepian, stres, hingga kehilangan rasa percaya diri.
Cara Menjaga Pendengaran Lansia
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar kesehatan pendengaran tetap terjaga:
Hindari Suara Terlalu Keras
Kurangi paparan suara keras dan gunakan pelindung telinga jika bekerja di lingkungan bising.
Rutin Memeriksa Telinga
Pemeriksaan telinga secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan pendengaran.
Menjaga Pola Hidup Sehat
Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol dapat membantu menjaga fungsi saraf pendengaran.
Hindari Membersihkan Telinga Sembarangan
Penggunaan cotton bud terlalu dalam justru berisiko mendorong kotoran semakin masuk.
Gunakan Alat Bantu Dengar Bila Diperlukan
Jika gangguan pendengaran cukup berat, penggunaan alat bantu dengar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup lansia.
Pandangan Ulama Indonesia Tentang Lansia dan Kondisi Fisik yang Melemah
Dalam pandangan para ulama Indonesia, melemahnya kondisi fisik saat usia lanjut merupakan bagian alami dari perjalanan hidup manusia.
Ulama kharismatik Indonesia seperti KH Maimoen Zubair pernah menyampaikan bahwa masa tua adalah fase kehidupan yang harus dihormati dan dimuliakan, bukan dijadikan bahan ejekan atau diabaikan.
Sementara itu, KH Abdullah Gymnastiar dalam berbagai ceramahnya juga sering menekankan pentingnya kesabaran keluarga dalam merawat orang tua yang mulai mengalami penurunan kesehatan, termasuk pendengaran.
Menurut para ulama, Islam mengajarkan agar anak dan keluarga tetap berbicara dengan lembut kepada orang tua, membantu kebutuhan mereka, serta tidak menunjukkan rasa kesal ketika lansia mulai sulit mendengar atau memahami pembicaraan.
Dalam ajaran Islam, kondisi melemahnya pendengaran di usia tua juga menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan fisik dan akan kembali kepada fase ketergantungan.
Pentingnya Kesabaran Keluarga Terhadap Lansia
Banyak lansia sebenarnya merasa sedih ketika mereka mulai sulit mendengar. Sebagian merasa takut merepotkan keluarga atau malu ketika harus terus meminta orang lain mengulang pembicaraan.
Karena itu, dukungan emosional sangat dibutuhkan. Cara berbicara perlahan, jelas, dan penuh hormat dapat membantu lansia merasa tetap dihargai.
Masyarakat juga diimbau tidak menganggap gangguan pendengaran sebagai hal memalukan. Justru perhatian keluarga menjadi salah satu faktor penting agar lansia tetap sehat secara mental dan sosial.
Pendengaran lansia yang mulai berkurang umumnya terjadi akibat proses penuaan alami, kerusakan saraf telinga, penyakit tertentu, hingga pengaruh gaya hidup. Meski umum terjadi, kondisi ini tetap perlu mendapat perhatian serius agar kualitas hidup lansia tetap baik.
Selain penanganan medis, dukungan keluarga dan sikap penuh kasih sayang menjadi hal yang sangat penting. Dalam pandangan ulama Indonesia, merawat dan menghormati orang tua yang mulai melemah fisiknya merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
***
Queensha Jepara, 21 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan