Queensha.id – Jepara,
Sejumlah perusahaan di Kabupaten Jepara mulai melakukan efisiensi tenaga kerja di tengah lesunya kondisi ekonomi global. Penurunan pesanan produksi hingga tersendatnya ekspor disebut menjadi faktor utama perusahaan mengambil langkah pengurangan karyawan.
Kepala Diskopukmnakertrans Kabupaten Jepara, Zamroni Lestiaza, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait efisiensi tenaga kerja dari beberapa perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
“Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selalu ada laporan ke kami dan pasti ada alasannya. Kalau sebelumnya banyak karena pelanggaran disiplin dan karyawan resign, tapi rata-rata saat ini karena efisiensi,” kata Zamroni, Selasa (19/05/2026).
PT HWI Jepara Disebut Akan Efisiensi Ribuan Karyawan
Salah satu perusahaan yang disebut akan melakukan efisiensi besar-besaran adalah PT Hwaseung Indonesia atau PT HWI. Perusahaan tersebut dikabarkan berencana melakukan pengurangan tenaga kerja secara bertahap hingga mencapai sekitar 4.000 pekerja.
Selain PT HWI, PT Samwon Busana Indonesia juga disebut mulai melakukan efisiensi karyawan. Jumlah pekerja yang terdampak di perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 120 orang.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Diskopukmnakertrans Jepara, Akhmad Taufik, menjelaskan bahwa penurunan order produksi menjadi pemicu utama kebijakan efisiensi tersebut.
“Order sedikit menurun karena kondisi global, jadi perusahaan melakukan efisiensi. Saat ini juga tidak ada perekrutan karyawan baru,” ujar Taufik.
Target Produksi Tak Tercapai Jadi Alasan Efisiensi
Sementara itu, di PT Samwon Busana Indonesia, efisiensi dilakukan karena target produksi dinilai tidak tercapai secara maksimal. Kondisi tersebut membuat perusahaan harus menambah jam lembur untuk memenuhi kebutuhan produksi.
“Contohnya targetnya 10 potong, tapi yang selesai hanya 7 atau 8. Akhirnya perusahaan harus menutup target dengan lembur dan pengurangan karyawan,” jelasnya.
Saat ini, proses PHK di PT Samwon Busana Indonesia masih berlangsung dan terus dipantau oleh Diskopukmnakertrans Jepara agar tetap sesuai aturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Warga Jepara Khawatir Dampak PHK Meluas
Kondisi efisiensi tenaga kerja ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Jepara, terutama keluarga pekerja pabrik yang menggantungkan penghasilan utama dari sektor industri.
Salah satu warga Kecamatan Kalinyamatan, Nur Hidayah (38), mengaku cemas mendengar kabar pengurangan karyawan di sejumlah perusahaan besar.
“Kalau PHK besar-besaran benar terjadi, tentu dampaknya besar sekali untuk ekonomi keluarga. Banyak warga di sini hidup dari kerja pabrik,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Agus Riyanto (42), warga Pecangaan, yang berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar perusahaan kembali normal.
“Semoga order ekspor kembali naik supaya pekerja tidak banyak yang dirumahkan. Kasihan kalau sampai kehilangan pekerjaan di situasi sekarang,” katanya.
Pemkab Jepara Terus Pantau Situasi Ketenagakerjaan
Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Diskopukmnakertrans memastikan akan terus memantau perkembangan situasi ketenagakerjaan, termasuk proses efisiensi dan PHK di berbagai perusahaan.
Selain memastikan hak pekerja tetap terpenuhi, pemerintah juga berupaya menjaga stabilitas hubungan industrial agar kondisi ekonomi daerah tidak semakin terdampak.
Fenomena efisiensi tenaga kerja ini dinilai menjadi sinyal bahwa sektor industri di Jepara tengah menghadapi tekanan serius akibat melemahnya pasar global dan penurunan permintaan ekspor.
***
Reporter: Queensha Jepara
Rabu, 20 Mei 2026.

Tinggalkan Balasan