Queensha.id – Edukasi Islam,
Fenomena kesurupan masih sering menjadi perbincangan di tengah masyarakat Indonesia. Peristiwa ini dapat terjadi di sekolah, tempat kerja, lokasi wisata, hingga lingkungan permukiman. Sebagian orang mengaitkannya dengan gangguan makhluk halus, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai kondisi psikologis yang dipengaruhi stres, trauma, kelelahan, atau sugesti massal.
Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan untuk tetap tenang, memperbanyak doa, dzikir, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT ketika menghadapi situasi yang tidak biasa, termasuk ketika seseorang mengalami kesurupan.
Filosofi Doa Saat Menolong Orang Kesurupan
Secara filosofis, doa bukan sekadar rangkaian kata-kata, melainkan bentuk ketundukan manusia kepada Allah SWT sebagai sumber pertolongan.
Ketika seseorang mengalami kondisi yang dianggap kesurupan, doa menjadi sarana untuk:
- Memohon perlindungan Allah SWT.
- Menenangkan orang yang mengalami gangguan.
- Menguatkan mental keluarga dan lingkungan sekitar.
- Mengingatkan bahwa segala kesembuhan berasal dari Allah SWT.
Dalam Islam, keyakinan utama adalah bahwa tidak ada kekuatan yang lebih besar daripada kekuasaan Allah SWT.
Doa Pendek untuk Orang Kesurupan
Salah satu doa pendek yang sering dibaca untuk memohon perlindungan adalah:
A’udzu bi kalimatillahit tammati min kulli syaitanin wa hammatin wa min kulli ‘ainin lammatin.
Artinya:
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap pandangan mata yang jahat.”
Doa ini dapat dibaca berulang kali sambil tetap menjaga ketenangan dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan orang yang sedang mengalami gangguan.
Bacaan Ayat Kursi
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) juga menjadi salah satu bacaan yang banyak diamalkan untuk memohon perlindungan.
Ayat ini dikenal sebagai ayat yang berisi pengagungan terhadap kebesaran dan kekuasaan Allah SWT.
Surat Pendek yang Dianjurkan
Selain Ayat Kursi, beberapa surat yang sering dibaca antara lain:
- Surat Al-Ikhlas
- Surat Al-Falaq
- Surat An-Nas
Ketiga surat tersebut dikenal sebagai Al-Mu’awwidzat atau surat perlindungan.
Doa Panjang untuk Orang Kesurupan
Salah satu doa yang sering dibaca dalam ruqyah syar’iyyah adalah:
Allahumma Rabbannas adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-Syafi, la syifa’a illa syifa’uka, syifa’an la yughadiru saqama.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikit pun.”
Doa ini dapat dibaca berulang sambil memohon pertolongan Allah SWT.
Hal yang Perlu Dilakukan Saat Menolong Orang Kesurupan
Ketika menghadapi orang yang diduga kesurupan, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Tetap tenang dan tidak panik.
- Menjauhkan kerumunan agar kondisi lebih kondusif.
- Membacakan doa dan ayat-ayat Al-Qur’an dengan lembut.
- Memastikan orang tersebut tidak melukai dirinya sendiri maupun orang lain.
- Memberikan ruang udara yang cukup.
- Jika kondisi berlanjut atau mengkhawatirkan, segera meminta bantuan tenaga medis atau pihak yang berkompeten.
Pandangan Pengamat Sosial
Pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai bahwa fenomena kesurupan perlu disikapi secara bijak.
“Di masyarakat kita terdapat dua pendekatan yang sering digunakan, yakni pendekatan spiritual dan pendekatan medis atau psikologis. Keduanya tidak perlu dipertentangkan. Yang terpenting adalah keselamatan dan pemulihan kondisi orang yang mengalami gangguan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, ketenangan lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap proses pemulihan seseorang yang sedang mengalami kondisi tidak stabil.
Doa untuk orang kesurupan dalam Islam merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT. Bacaan seperti Ayat Kursi, Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta doa kesembuhan dapat diamalkan dengan penuh keyakinan.
Di samping itu, penting untuk tetap memperhatikan aspek kesehatan fisik dan mental. Jika kondisi yang dialami seseorang tidak kunjung membaik atau menimbulkan risiko keselamatan, bantuan tenaga medis dan profesional tetap diperlukan.
***

Tinggalkan Balasan