Queensha.id – Edukasi Sosial (Mistis),
Fenomena kesurupan masih sering terjadi di Indonesia, baik di sekolah, pabrik, tempat wisata, hingga lingkungan masyarakat. Sebagian orang meyakini kesurupan berkaitan dengan gangguan jin, sementara ilmu psikologi juga mengenal kondisi ini sebagai gangguan disosiatif atau respons terhadap tekanan mental. Para ulama menjelaskan bahwa seorang Muslim hendaknya tidak langsung menyimpulkan setiap kasus sebagai gangguan jin, melainkan tetap mempertimbangkan aspek medis dan psikologis di samping ikhtiar syariat.
Apa Itu Kesurupan?
Menurut pandangan Islam, jin memang merupakan makhluk ciptaan Allah yang keberadaannya diakui dalam Al-Qur’an. Sebagian ulama menyatakan bahwa gangguan jin dapat terjadi atas izin Allah, namun tidak semua perilaku yang tampak seperti kesurupan pasti disebabkan oleh jin. Ada pula kondisi medis atau psikologis yang memiliki gejala serupa sehingga perlu pemeriksaan tenaga kesehatan.
Kenapa Seseorang Bisa Kesurupan?
Beberapa faktor yang sering dikaitkan dengan kesurupan antara lain:
- Gangguan jin atas izin Allah.
- Kondisi mental yang sedang tertekan atau trauma.
- Kelelahan fisik dan kurang istirahat.
- Ketakutan yang berlebihan.
- Lingkungan yang memicu sugesti massal.
- Lemahnya kondisi psikologis.
- Kurangnya kedekatan kepada Allah melalui ibadah.
- Stres berkepanjangan.
- Riwayat gangguan psikologis tertentu.
- Faktor sosial dan budaya yang memengaruhi keyakinan seseorang.
Akibat Kesurupan
Apabila tidak segera ditangani, kesurupan dapat menyebabkan:
- Hilang kesadaran sementara.
- Perilaku tidak terkendali.
- Cedera pada diri sendiri atau orang lain.
- Kelelahan fisik setelah sadar.
- Trauma psikologis.
- Kepanikan massal di sekitar lokasi.
10 Cara Mengatasi Kesurupan Menurut Islam
1. Tetap Tenang dan Jangan Panik
Kepanikan justru memperburuk keadaan. Orang di sekitar sebaiknya tetap tenang dan menjauhkan benda-benda berbahaya.
2. Membaca Ta’awudz
Bacalah:
A’udzu billahi minasy syaithanir rajim.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
3. Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) termasuk ayat yang dianjurkan sebagai perlindungan dari gangguan setan.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Al-Fatihah dikenal dalam hadis sebagai salah satu bacaan ruqyah yang disyariatkan.
5. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Ketiga surah ini (Al-Mu’awwidzat) dianjurkan Rasulullah SAW sebagai perlindungan dari berbagai gangguan.
6. Membaca Doa Perlindungan
Allahumma rabban-naas adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syaafi, laa syifaa’a illaa syifaa’uka syifaa’an laa yughaadiru saqamaa.
Artinya: Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Berilah kesembuhan, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu.
7. Melakukan Ruqyah Syar’iyyah
Ruqyah dilakukan menggunakan bacaan Al-Qur’an dan doa yang sahih, tanpa mantra atau praktik yang mengandung syirik.
8. Mengajak Orang yang Sadar Berdzikir
Setelah kondisi membaik, perbanyak istighfar, membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan shalawat agar hati menjadi lebih tenang.
9. Memastikan Kondisi Medis
Apabila gejala berlangsung lama, berulang, atau disertai tanda gangguan kesehatan, segera periksa ke dokter atau psikolog. Islam menganjurkan berobat selain berdoa.
10. Memperkuat Ibadah Sehari-hari
Ulama menganjurkan menjaga salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, zikir pagi dan petang, serta menjauhi kemaksiatan sebagai bentuk perlindungan diri.
Pandangan Ulama
Mayoritas ulama Ahlus Sunnah menerima bahwa jin itu nyata dan gangguannya mungkin terjadi. Namun mereka juga mengingatkan agar tidak mudah mengaitkan setiap penyakit atau perilaku tidak biasa dengan jin. Penanganan yang benar adalah ruqyah syar’iyyah yang sesuai Al-Qur’an dan sunnah, serta tidak meninggalkan pemeriksaan medis bila diperlukan. Praktik perdukunan, mantra yang tidak jelas, atau meminta bantuan kepada selain Allah dilarang dalam Islam.
Jadi, kesurupan merupakan fenomena yang dapat dipandang dari sisi agama maupun ilmu kesehatan. Islam mengajarkan umatnya untuk tetap bertawakal kepada Allah, membaca doa dan ayat-ayat Al-Qur’an, serta melakukan ruqyah syar’iyyah sesuai tuntunan. Pada saat yang sama, pemeriksaan medis dan psikologis juga penting dilakukan apabila terdapat dugaan gangguan kesehatan, sehingga penanganan menjadi lebih tepat dan menyeluruh.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan