Queensha.id – Jepara,
Komunitas Bokor Kencana Nusantara (BKN) akan menggelar kegiatan Ritual Budaya “Mandi Purnama di Bulan Suro” pada Kamis Kliwon malam Jumat Legi, 2 Juli 2026 di Pantai Prawean, Desa Bandengan RT 07/RW 02, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.
Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai tersebut terbuka bagi anggota BKN maupun masyarakat umum yang ingin mengikuti rangkaian ritual budaya sebagai bentuk pelestarian tradisi leluhur.
Dalam kegiatan tersebut, doa bersama akan dipimpin oleh para sesepuh dan pemangku adat budaya sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberikan keselamatan, keberkahan, serta ketenteraman dalam menjalani kehidupan.
Rangkaian doa dipimpin oleh KRT. Romo H. Suryo Kartiko, didampingi para sesepuh budaya. Sementara Romo K.H. Soeleman Efendi, S.E., M.M. bertugas sebagai pembawa acara. Turut hadir Dinda Kirana dari Erlisa FM, Bopo Marioto, S.Pd, serta Ketua Umum Bokor Kencana Nusantara Enny Indrayani.
“Hadir dan Ikutilah! Ritual pensucian raga, pikiran, dan jiwa di bawah cahaya sakral bulan purnama Suro. Mari bersihkan diri dari segala sengkala dan mohon keberkahan untuk lembaran baru.”
Keterangan acara
Peserta: Terbuka untuk Anggota BKN dan Masyarakat Umum.
Dipimpin Oleh: KRT. Hendro Suryo Kartiko, S.Sn.
Informasi: Eni Indrayani 0852 9179 8157
Bokor Kencana Nusantara Desa Guyangan, Jepara
Ketua Umum Bokor Kencana Nusantara, Enny Indrayani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelestarian budaya dan tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ritual budaya Mandi Purnama di Bulan Suro bukanlah untuk menyembah selain Tuhan Yang Maha Esa, melainkan sebagai sarana pelestarian budaya, introspeksi diri, mempererat persaudaraan, serta memanjatkan doa bersama yang dipimpin para sesepuh dan pemangku adat budaya. Kami mengundang masyarakat yang ingin mengenal budaya Nusantara agar dapat hadir dengan tetap menghormati nilai-nilai adat, budaya, serta keyakinan masing-masing,” ujar Enny Indrayani, Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi lintas masyarakat sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal yang menjadi bagian dari kekayaan warisan Nusantara.
***
Sumber: Enny Indrayani.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan