Queensha.id – Jepara,

 

Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal tampak begitu kuat dalam pelaksanaan Karnaval dan Kirab Budaya Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab.

Sebanyak 19 kontestan atau kelompok turut ambil bagian dengan menampilkan berbagai tema budaya Nusantara yang dikemas secara kreatif. Penampilan para peserta mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya acara hingga selesai.

Ketua Panitia, Ardi Wildan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi yang paling meriah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Karnaval atau Kirab Budaya tahun ini adalah yang paling ramai dan paling heboh dari karnaval-karnaval sebelumnya. Diikuti oleh 19 kontestan atau kelompok,” ujar Ardi Wildan kepada awak media di depan Masjid Baiturrohim usai acara.

Menurutnya, Kirab Budaya tersebut diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Tingginya semangat masyarakat menjadi motivasi bagi panitia untuk memberikan yang terbaik.

“Sebagai ketua panitia saya berusaha bekerja maksimal karena termotivasi oleh antusiasme warga Karangrandu terhadap Kirab Budaya ini. Warga rela mengorbankan tenaga, pikiran, serta biaya agar bisa tampil maksimal,” imbuhnya.

Menggali Kreativitas dan Nguri Uri Budaya

Ardi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memiliki tujuan sosial dan budaya yang kuat.

“Tujuan acara ini adalah untuk menggali potensi dan kreativitas warga, nguri-uri budaya leluhur, serta menggerakkan UMKM,” jelasnya.

Beragam tema budaya ditampilkan oleh peserta, mulai dari kisah Ratu Kalinyamat, Ken Arok dan Ken Dedes, Warok, hingga legenda Roro Jonggrang. Penampilan tersebut menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan tradisi kepada masyarakat luas.

Petinggi Desa Apresiasi Antusiasme Warga

Petinggi Desa Karangrandu, Sahlan, mengaku bangga melihat semangat masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut.

“Sebagai kepala desa saya sangat puas dengan Karnaval Kirab Budaya hari ini karena antusias warga yang luar biasa dan penampilan para peserta yang maksimal serta tematik. Seperti tema Ratu Kalinyamat, Ken Arok-Ken Dedes, Warok, dan Roro Jonggrang,” tegas Sahlan.

Ia menilai, kegiatan budaya seperti ini menjadi media penting untuk mengenalkan warisan budaya kepada generasi penerus.

“Kirab Budaya ini kami jadikan ruang untuk memperkenalkan tradisi dan budaya warisan leluhur kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan media sosial dan perkembangan teknologi,” katanya.

Selain itu, Sahlan juga menyoroti dampak positif kegiatan terhadap perekonomian masyarakat.

“Yang sangat penting adalah pedagang yang berjualan laris manis dagangannya,” tuturnya.

Melihat keberhasilan tahun ini, Pemerintah Desa Karangrandu berkomitmen menghadirkan penyelenggaraan yang lebih besar pada masa mendatang.

“Melihat antusiasme penonton, peserta, dan para pedagang UMKM, saya bertekad membuat event berikutnya lebih besar lagi dan lebih maksimal dengan persiapan yang lebih matang,” tambah Sahlan.

UMKM Rasakan Lonjakan Omzet

Keberadaan ratusan hingga ribuan pengunjung juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah seorang pedagang, Nadya Aisyah Asmara, warga RT 06 RW 04 Desa Karangrandu, mengaku penjualannya meningkat tajam selama kegiatan berlangsung.

“Sebagai pedagang UMKM saya berharap kegiatan seperti ini diadakan lebih sering dan lebih besar lagi karena penjualan saya meningkat berkali-kali lipat dan kampung saya menjadi ramai serta dikenal luas,” ujarnya sambil melayani pembeli.

Menurut Nadya, omzet yang diperoleh selama acara meningkat hingga sekitar tujuh kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Menurut saya Karnaval kali ini sukses sekali karena penonton penuh sesak, pesertanya juga banyak, dan omzet saya meningkat tujuh kali lipat dari biasanya,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Ardi Wildan yang merasa lega karena seluruh rangkaian acara berjalan sesuai harapan.

“Sebagai ketua panitia saya puas dan lega karena persiapan selama dua bulan menghasilkan kegiatan yang sukses besar, berjalan lancar, aman, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” pungkasnya.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, pelestarian budaya, serta meningkatnya aktivitas UMKM, Karnaval dan Kirab Budaya Desa Karangrandu 2026 menjadi bukti bahwa tradisi lokal tetap mampu berkembang di tengah kemajuan zaman sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.

 

***

Sumber: Yuda/Queensha Jepara.

Penulis: YAA.