Queensha.id – Jepara,
Seorang remaja perempuan berusia 14 tahun diduga hendak mengakhiri hidupnya di Jembatan Kali Pucang yang berada di perbatasan Desa Kalipucang Wetan dan Kalipucang Kulon, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 19.13 WIB.
Beruntung, aksi nekat tersebut berhasil digagalkan berkat kesigapan sejumlah warga yang berada di lokasi. Mereka berusaha menenangkan korban hingga akhirnya bersedia meninggalkan jembatan.
Berawal dari Warga yang Melihat Kerumunan
Peristiwa itu bermula ketika Ahmad Fauzan melintasi Jembatan Kali Pucang sepulang menunaikan salat Isya. Saat itu, ia melihat sejumlah warga berkumpul di atas jembatan.
Karena penasaran, Fauzan menghentikan kendaraannya dan mendekati lokasi. Ia mendapati seorang remaja perempuan berdiri di atas jembatan dan diduga hendak melompat.
Beberapa warga telah berusaha membujuk korban agar mengurungkan niatnya. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Ahmad Fauzan kemudian mencoba mendekati korban dengan berbicara secara perlahan dan menawarkan untuk mengajaknya membeli makanan. Pendekatan yang dilakukan dengan tenang itu akhirnya membuat korban luluh dan bersedia turun dari jembatan.
Korban kemudian dibawa ke rumah Fauzan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Korban Mengaku Takut Pulang ke Rumah
Tak lama kemudian, istri Fauzan, Salsa, bersama anggota keluarganya ikut mendampingi korban. Setelah diajak berbicara secara pribadi, korban akhirnya menceritakan kondisi yang sedang dihadapinya.
Korban berinisial S (14), warga Desa Brantak Sekarjati, RT 06, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Menurut pengakuannya, ia enggan pulang ke rumah karena mengaku sering mengalami dugaan kekerasan serta pengusiran yang dilakukan oleh ayahnya.
Warga Sebut Keluarga Korban Sudah Lama Menjadi Perhatian Lingkungan
Sejumlah warga yang mengenal keluarga korban menyebut kondisi keluarga tersebut telah lama menjadi perhatian lingkungan sekitar.
Bahkan, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, adik korban disebut pernah meninggal dunia akibat tenggelam di bawah Jembatan Kali Pucang saat mencari ikan beberapa waktu lalu. Namun demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Menunggu Penanganan Instansi Terkait
Upaya menghubungi keluarga maupun kerabat korban telah dilakukan. Namun, menurut informasi yang diperoleh, keluarga besar mengaku sudah tidak sanggup lagi menangani persoalan yang terjadi.
Untuk sementara waktu, korban berada di rumah keluarga Ahmad Fauzan sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah desa, kepolisian, dinas sosial, serta instansi yang menangani perlindungan anak.
Apabila nantinya dugaan kekerasan fisik maupun psikis terhadap korban terbukti, maka penanganannya diharapkan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tentang perlindungan anak.
Kesaksian Warga
Salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian, Rudi (38), mengaku suasana di atas jembatan saat itu sangat menegangkan.
“Kami semua khawatir karena posisi anak itu sudah berada di pinggir jembatan. Tidak ada satu pun warga yang berani bertindak gegabah. Kami hanya bisa mengajaknya bicara agar tetap tenang sambil berharap ada orang yang bisa membujuknya,” ujarnya, Senin (6/7/2026) malam.
Warga lainnya, Siti Aminah (45), mengaku lega setelah korban akhirnya bersedia turun dari jembatan.
“Alhamdulillah ada Pak Fauzan yang mendekati dengan cara yang lembut. Setelah diajak ngobrol dan ditawari makan, anak itu akhirnya mau ikut. Kami semua bersyukur karena nyawanya berhasil diselamatkan,” katanya.
Seorang tokoh masyarakat setempat juga berharap pemerintah segera turun tangan.
“Anak seusia itu membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Kami berharap dinas terkait segera melakukan asesmen agar penyebab persoalan ini dapat ditangani dengan baik dan tidak terulang lagi,” ujarnya.
Catatan Redaksi: Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional berat atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan dari keluarga, orang terpercaya, psikolog, tenaga kesehatan, atau layanan darurat setempat. Dukungan dan pertolongan tersedia, dan Anda tidak perlu menghadapi situasi tersebut sendirian.
***
Sumber: JN/Abdul Rosyid.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan