Queensha.id – Edukasi Sosial,

 

Di media sosial beredar sebuah tulisan yang menyampaikan bahwa sebelum menikah, Allah SWT seolah telah “memberikan bocoran” mengenai kehidupan rumah tangga. Pesan tersebut mengingatkan bahwa pernikahan tidak selalu berjalan mulus dan setiap pasangan harus siap menghadapi berbagai ujian.

Secara umum, pesan itu sejalan dengan nilai-nilai Islam bahwa kehidupan rumah tangga adalah ladang ibadah yang membutuhkan kesabaran, ilmu, dan komitmen, meskipun beberapa ungkapannya merupakan nasihat atau ilustrasi, bukan kutipan langsung dari Al-Qur’an maupun hadis.

 

Allah Mengingatkan Bahwa Manusia Tidak Ada yang Sempurna

Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena itu, suami dan istri diperintahkan untuk saling menerima, memperbaiki diri, dan tidak saling mencari-cari kesalahan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (istrinya). Jika ia tidak menyukai satu perangainya, maka ia akan menyukai perangainya yang lain.”
(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan agar pasangan melihat kebaikan pasangannya dan tidak terpaku pada kekurangannya.

 

Pernikahan Membutuhkan Kesabaran

Dalam Islam, sabar merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun rumah tangga.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 153)

Kesabaran diperlukan ketika menghadapi perbedaan karakter, persoalan ekonomi, pengasuhan anak, maupun berbagai ujian kehidupan lainnya.

Rumah tangga yang harmonis bukanlah rumah tangga tanpa masalah, melainkan rumah tangga yang mampu menyelesaikan masalah dengan bijaksana.

 

Suami dan Istri Sama-Sama Wajib Memperbaiki Akhlak

Islam tidak hanya menuntut istri menjadi pribadi yang baik, tetapi juga memerintahkan suami untuk memperlakukan istrinya dengan penuh kasih sayang.

Allah SWT berfirman:

“Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut.”
(QS. An-Nisa: 19)

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.”
(HR. Tirmidzi)

Karena itu, suami dan istri sama-sama dituntut mengendalikan amarah, menjaga lisan, serta memperbaiki akhlak demi terciptanya keluarga yang damai.

 

Waspadai Godaan Setan dalam Rumah Tangga

Dalam ajaran Islam dikenal adanya riwayat yang menyebut bahwa setan berusaha menimbulkan permusuhan dan perpecahan di antara suami istri. Di tengah masyarakat, nama Dasim sering disebut sebagai salah satu setan yang dikaitkan dengan gangguan dalam rumah tangga. Namun, penyebutan nama tersebut berasal dari beberapa riwayat yang diperselisihkan tingkat kekuatannya oleh para ulama.

Yang jelas, Al-Qur’an menegaskan bahwa setan adalah musuh manusia dan selalu berusaha menyesatkan. Karena itu, pasangan suami istri dianjurkan memperbanyak doa, zikir, menjaga komunikasi, dan saling memaafkan agar tidak mudah terprovokasi oleh emosi maupun bisikan yang merusak keharmonisan keluarga.

 

Ilmu Adalah Bekal Sebelum Menikah

Islam sangat menganjurkan setiap calon suami dan istri untuk mempersiapkan diri dengan ilmu.

Bekal tersebut meliputi pemahaman tentang hak dan kewajiban suami istri, cara berkomunikasi yang baik, pengelolaan keuangan, pendidikan anak, hingga penyelesaian konflik secara bijaksana.

Cinta memang penting, tetapi cinta saja tidak cukup jika tidak disertai ilmu, tanggung jawab, dan keimanan.

 

Menjaga Iman agar Tidak Dikuasai Hawa Nafsu

Tulisan yang beredar juga mengingatkan bahwa seseorang yang tidak menyibukkan dirinya dengan iman dan ilmu akan mudah dikuasai oleh hawa nafsu atau pikiran negatif.

Pesan ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong setiap muslim untuk terus meningkatkan keimanan, memperbanyak ibadah, serta menuntut ilmu agar mampu mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai godaan kehidupan.

Pernikahan dalam Islam bukanlah perjalanan mencari pasangan yang sempurna, melainkan perjalanan dua insan yang bersama-sama belajar menjadi lebih baik.

Rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah dibangun dengan keimanan, kesabaran, komunikasi yang baik, serta kemauan untuk saling memperbaiki diri. Ketika suami dan istri menjadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam kehidupan rumah tangga, setiap ujian akan menjadi jalan untuk semakin mendekat kepada-Nya.

Dengan bekal ilmu, akhlak yang baik, dan kesabaran, pernikahan bukan hanya menjadi ikatan dunia, tetapi juga jalan meraih kebahagiaan hingga akhirat.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.