Queensha.id – Jember,

 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah puluhan siswa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu yang disediakan dalam program tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026, di Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Sedikitnya 29 siswa dari jenjang TK, PAUD, hingga SD dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG berupa capcay dan telur puyuh.

Puluhan Siswa Jalani Penanganan Medis

Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menangani kejadian tersebut. Para siswa yang mengalami keluhan langsung mendapatkan penanganan medis di puskesmas, rumah sakit, maupun klinik terdekat. Seluruh biaya pengobatan dipastikan ditanggung pemerintah daerah sesuai arahan Bupati Jember.

 

Bupati Perintahkan Sidak Dapur MBG

Menindaklanjuti kejadian itu, Bupati Jember Muhammad Fawait memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) MBG melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG Karangsono, dapur penyedia makanan Program MBG.

Perwakilan Satgas MBG Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan sidak dilakukan untuk menelusuri penyebab dugaan keracunan sekaligus mengevaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP).

“Kami diperintahkan langsung oleh Bupati untuk melakukan sidak ke SPPG Karangsono terkait adanya dugaan masyarakat mengalami gangguan pencernaan akut setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan,” ujar Akhmad Helmi Luqman pada awak media, Jum’at (17/7/2026).

 

Diduga Ada Pelanggaran SOP

Dari hasil pemeriksaan awal, Satgas MBG menemukan sejumlah dugaan pelanggaran prosedur keamanan pangan. Di antaranya bahan makanan yang disimpan dalam kondisi terbuka sehingga berpotensi terkontaminasi bakteri, persoalan sanitasi, serta beberapa aspek perizinan yang masih perlu dilengkapi.

Atas temuan tersebut, Satgas merekomendasikan penghentian sementara operasional SPPG Karangsono hingga proses investigasi dan hasil uji laboratorium selesai dilakukan.

 

Penyebab Pasti Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Hingga kini, penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan. Dinas Kesehatan bersama pihak terkait telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab kejadian sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

 

Evaluasi Menyeluruh Dibutuhkan

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa program pemenuhan gizi bagi peserta didik harus dibarengi dengan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan.

Mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan makanan, distribusi hingga makanan diterima siswa harus memenuhi standar higienitas dan keamanan. Pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar tujuan mulia Program Makan Bergizi Gratis untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia tidak justru menimbulkan risiko kesehatan.

Masyarakat kini menantikan hasil investigasi resmi dari pemerintah dan pihak berwenang agar penyebab kejadian dapat diketahui secara ilmiah serta menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.

 

***

Sumber: Queensha Jepara.

Penulis: Vico Rahman.