Queensha.id – Jepara,
Iklim investasi di Kabupaten Jepara masih menunjukkan perkembangan yang positif. Di tengah adanya sejumlah perusahaan yang menghentikan operasionalnya, minat investor untuk menanamkan modal di Kota Ukir tetap tinggi, termasuk dari Penanaman Modal Asing (PMA) asal China.
Salah satu investor asing tersebut berencana membangun pabrik yang bergerak di bidang industri barang berbahan kulit, khususnya produksi tas, di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Arif Darmawan, mengatakan berdasarkan data Online Single Submission (OSS), jumlah proyek investasi yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) terus mengalami peningkatan.
Tercatat, selama periode 4 Agustus 2021 hingga 30 Juni 2026, terdapat 74.451 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 391 proyek Penanaman Modal Asing (PMA) yang telah terdaftar melalui sistem OSS.
Investor Asal China Bangun Industri Tas
Arif menjelaskan, salah satu investasi baru yang kini sedang berproses berasal dari China.
Perusahaan tersebut telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan berencana mendirikan pabrik di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong.
“Perusahaan tersebut merupakan investasi PMA. Rencananya bergerak di bidang industri barang dari kulit, khususnya memproduksi tas,” ujar Arif Darmawan.
Masih Menunggu Perizinan Lengkap
Meski telah memiliki NIB, Arif menegaskan perusahaan belum dapat langsung memulai pembangunan maupun beroperasi.
Masih terdapat sejumlah tahapan perizinan yang harus dipenuhi, di antaranya penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), persetujuan lingkungan, hingga Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Menurutnya, pembangunan fisik baru dapat dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi tersebut diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Arif juga meluruskan informasi mengenai kegiatan groundbreaking yang sempat beredar. Ia menegaskan bahwa seremoni tersebut bukan berarti seluruh proses perizinan telah selesai.
“Tahapan masih panjang. Namun, data di OSS sendiri, investasi di Jepara masih cukup positif,” katanya.
UMKM Masih Mendominasi Pengajuan NIB
Selain investasi di sektor industri, pengajuan Nomor Induk Berusaha melalui OSS di Kabupaten Jepara juga masih didominasi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor perdagangan, jasa, serta berbagai bidang usaha lainnya.
Hal tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berkembang dan minat berusaha di Jepara terus meningkat.
Pengamat: Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Sementara itu, pengamat sosial asal Jepara, Purnomo Wardoyo, menilai masuknya investor baru merupakan kabar baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, ia mengingatkan agar setiap investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Masuknya investasi baru patut diapresiasi karena dapat membuka peluang kerja dan menggerakkan roda perekonomian daerah. Namun, pemerintah juga harus memastikan seluruh proses perizinan dipenuhi, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal agar manfaat investasi benar-benar dirasakan masyarakat Jepara,” ujar Purnomo Wardoyo.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat menjadi kunci agar iklim investasi di Jepara tetap kondusif sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan tren investasi yang masih positif, Pemerintah Kabupaten Jepara diharapkan terus menghadirkan kemudahan berusaha tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kepastian hukum, dan perlindungan terhadap kepentingan masyarakat.
***
Sumber: JP.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan