Queensha.id – Jakarta,
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkap daftar nama yang paling banyak digunakan oleh penduduk Indonesia berdasarkan data kependudukan Semester I Tahun 2026.
Hasilnya, Sutrisno menjadi nama laki-laki paling banyak digunakan di Pulau Jawa, sedangkan Sulastri menempati posisi teratas untuk nama perempuan.
Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, menyampaikan data tersebut dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil sekaligus peluncuran Data Kependudukan Semester I Tahun 2026 di Jakarta.
“Ini nama-nama yang khas. Kalau di Jawa, Sutrisno dan Sulastri,” ujar Teguh Setyabudi.
Berdasarkan data Dukcapil, terdapat 102.519 penduduk laki-laki bernama Sutrisno di Pulau Jawa. Sementara itu, nama Sulastri digunakan oleh 135.421 penduduk perempuan, menjadikannya nama perempuan paling populer di wilayah tersebut.
Sumatra Didominasi Nama Junaidi dan Nurhayati
Berbeda dengan Pulau Jawa, masyarakat di Pulau Sumatra paling banyak menggunakan nama Junaidi untuk laki-laki dan Nurhayati untuk perempuan.
Dukcapil mencatat terdapat 45.219 laki-laki bernama Junaidi dan 83.112 perempuan bernama Nurhayati di Sumatra.
Menurut Teguh, populernya nama tersebut tidak lepas dari sejarah perpindahan penduduk melalui program transmigrasi.
“Di Sumatra masih sama karena banyak transmigran di sana, banyak orang Jawa di sana,” jelasnya.
Kalimantan hingga Papua Punya Nama Favorit Berbeda
Di Pulau Kalimantan, nama Junaidi masih menjadi nama laki-laki yang paling banyak digunakan, sedangkan Nurhayati tetap mendominasi untuk nama perempuan.
Jumlahnya mencapai 12.940 laki-laki bernama Junaidi dan 14.342 perempuan bernama Nurhayati.
Sementara di Sulawesi, nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah Sudirman, sedangkan Nurhayati tetap menjadi nama perempuan paling populer dengan jumlah 23.760 jiwa.
Untuk wilayah Maluku, khususnya Maluku Utara, nama yang paling banyak digunakan adalah Rahman untuk laki-laki dan Nurhayati untuk perempuan.
Di Nusa Tenggara, nama Ahmad menjadi yang terbanyak bagi laki-laki, sedangkan Nurhayati kembali menjadi nama perempuan yang paling banyak digunakan.
Sementara itu di Papua, nama Ismail menduduki posisi teratas untuk laki-laki, sedangkan Nurhayati kembali menjadi nama perempuan yang paling populer.
Bali Tetap Kental dengan Budaya Lokal
Berbeda dengan daerah lainnya, Pulau Bali masih mempertahankan identitas budaya dalam pemberian nama.
Data Dukcapil menunjukkan nama laki-laki yang paling banyak digunakan adalah I Wayan Sudiarta, sedangkan untuk perempuan adalah Ni Nyoman Sari.
Cerminan Budaya dan Sejarah Indonesia
Data nama penduduk yang dirilis Dukcapil menunjukkan bahwa pemberian nama di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh tren, tetapi juga budaya, agama, adat istiadat, hingga sejarah perpindahan penduduk.
Keberagaman nama di berbagai wilayah menjadi potret kekayaan budaya Indonesia yang tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
***
Sumber: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri.

Tinggalkan Balasan