Queensha.id – Pati,
Nama Supriyono alias Botok menjadi perhatian publik setelah muncul sebagai salah satu tokoh dalam aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta. Sosok aktivis asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini dikenal vokal mengkritik berbagai kebijakan pemerintah daerah hingga membawa aspirasi masyarakat ke tingkat nasional.
Berikut profil lengkap dan jejak digital Supriyono alias Botok berdasarkan berbagai pemberitaan.
Aktivis Asal Pati yang Vokal Menyuarakan Aspirasi
Supriyono, yang akrab disapa Botok, merupakan aktivis masyarakat asal Kabupaten Pati. Namanya mulai dikenal luas karena aktif mengawal berbagai isu publik, mulai dari transparansi pemerintahan, pengawasan kebijakan daerah, hingga pemberantasan korupsi. Ia kemudian menjadi salah satu figur penting dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
AMPB menjadi wadah bagi berbagai elemen masyarakat Pati untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah daerah yang dinilai berdampak pada masyarakat.
Pernah Mendukung Sudewo pada Pilkada 2024
Jejak digital Botok menunjukkan dinamika politik yang cukup menarik. Pada Pilkada Pati 2024, ia diketahui pernah memberikan dukungan kepada Sudewo.
Namun setelah Sudewo terpilih sebagai Bupati Pati, sikap politik Botok berubah. Ia kemudian tampil sebagai salah satu pengkritik berbagai kebijakan pemerintah daerah yang menurutnya kurang berpihak kepada masyarakat.
Menolak Kebijakan yang Dinilai Memberatkan Warga
Salah satu isu yang paling sering disuarakan Botok adalah penolakan terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Dari isu tersebut, berbagai aksi demonstrasi berkembang hingga memunculkan tuntutan yang lebih luas mengenai transparansi pemerintahan, pelayanan publik, dan akuntabilitas pemerintah daerah.
Tersandung Perkara Hukum
Jejak digital Supriyono juga mencatat dirinya pernah berhadapan dengan proses hukum setelah aksi demonstrasi yang terjadi pasca sidang paripurna DPRD Pati pada 31 Oktober 2025.
Dalam perkara tersebut, Supriyono bersama Teguh Istiyanto ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penghasutan setelah aksi yang sempat menyebabkan penutupan Jalan Pantura Pati–Juwana.
Pada 5 Maret 2026, Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan vonis enam bulan penjara dengan masa pengawasan selama sepuluh bulan. Putusan tersebut merupakan pidana bersyarat sehingga keduanya tidak menjalani hukuman penjara selama memenuhi syarat masa pengawasan.
Mendirikan dan Menggerakkan AMPB
Botok kemudian dikenal sebagai salah satu penggerak utama AMPB yang aktif mengonsolidasikan masyarakat dalam berbagai aksi penyampaian aspirasi.
Gerakan yang awalnya berfokus pada isu-isu lokal di Kabupaten Pati berkembang hingga membawa tuntutan ke tingkat nasional.
Sorotan Saat Aksi di DPR RI
Nama Botok kembali menjadi perhatian nasional menjelang aksi demonstrasi AMPB di depan Gedung DPR RI pada Agustus 2026.
Dalam aksi tersebut, AMPB membawa dua tuntutan utama, yaitu:
- Mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
- Mendorong hukuman berat bagi pelaku tindak pidana korupsi.
Polemik Rekening Rp80,9 Juta
Menjelang aksi nasional, Botok mengungkapkan rekening Bank Mandiri miliknya yang berisi sekitar Rp80,9 juta sempat tidak dapat digunakan.
Menurut keterangannya, dana tersebut terdiri dari uang pribadi serta bantuan masyarakat untuk kebutuhan operasional aksi.
Polda Metro Jaya kemudian menjelaskan bahwa tindakan tersebut merupakan penundaan transaksi dalam rangka penyelidikan, bukan pemblokiran permanen. Setelah dilakukan koordinasi, rekening tersebut kembali diaktifkan.
Aktif di Media Sosial
Jejak digital Botok juga terlihat melalui berbagai unggahan video, dokumentasi aksi, hingga pernyataan sikap yang beredar di sejumlah platform media sosial. Namanya semakin banyak diperbincangkan setelah berbagai video aksi AMPB viral dan mendapat perhatian publik.
Supriyono alias Botok merupakan aktivis asal Kabupaten Pati yang dikenal vokal menyuarakan aspirasi masyarakat melalui AMPB. Rekam jejaknya mencakup perubahan sikap politik dari pendukung menjadi pengkritik pemerintah daerah, keterlibatan dalam aksi-aksi demonstrasi, proses hukum terkait aksi unjuk rasa, hingga membawa isu antikorupsi ke tingkat nasional.
Terlepas dari pro dan kontra yang mengiringinya, nama Botok kini menjadi salah satu figur yang paling banyak diperbincangkan dalam dinamika gerakan masyarakat sipil di Kabupaten Pati maupun di tingkat nasional.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan