Queensha.id – Edukasi Kesehatan,

 

Penggunaan rokok elektronik atau vape menjadi perhatian pemerintah setelah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap jumlah pengguna vape di Indonesia telah mencapai lebih dari 4 juta orang.

Kepala BRIN Arif Satria menyampaikan bahwa hasil uji terhadap sejumlah sampel pengguna vape menunjukkan adanya dampak kesehatan yang perlu diwaspadai, mulai dari gangguan insulin, diabetes, masalah pada pankreas, hingga gangguan paru-paru.

Menurut Arif, temuan tersebut menjadi perhatian karena vape tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan, tetapi juga memiliki potensi menjadi celah penyalahgunaan untuk peredaran narkoba.

1. Dampak Vape terhadap Gangguan Insulin dan Risiko Diabetes

Salah satu temuan yang disoroti BRIN adalah adanya gangguan terhadap sistem insulin pada pengguna vape yang diuji.

Insulin merupakan hormon penting yang diproduksi pankreas untuk membantu tubuh mengatur kadar gula darah. Ketika fungsi insulin terganggu, tubuh dapat mengalami kesulitan mengendalikan gula darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya diabetes.

Gangguan metabolisme akibat paparan zat tertentu dalam vape dapat membuat tubuh mengalami perubahan dalam cara mengolah energi.

Masyarakat perlu memahami bahwa diabetes bukan hanya disebabkan oleh konsumsi gula berlebihan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup, pola makan, faktor genetik, serta paparan zat yang berisiko terhadap kesehatan tubuh.

2. Dampak Vape terhadap Pankreas

Pankreas memiliki peran penting dalam sistem pencernaan dan pengaturan gula darah karena organ ini menghasilkan insulin.

Jika fungsi pankreas terganggu, produksi insulin dapat ikut terpengaruh. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh mengalami kesulitan menjaga keseimbangan kadar gula darah.

BRIN menyebut masalah pankreas menjadi salah satu dampak kesehatan yang ditemukan dalam pengujian terhadap pengguna vape.

Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa vape bukan hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga berpotensi memengaruhi organ lain di dalam tubuh.

3. Risiko Gangguan Paru-Paru Akibat Vape

Banyak masyarakat menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun, penggunaan vape tetap membawa risiko karena cairan vape mengandung berbagai zat kimia yang masuk langsung melalui sistem pernapasan.

Paparan zat dari uap vape dapat memengaruhi jaringan paru-paru, menyebabkan peradangan, serta berpotensi mengganggu fungsi pernapasan.

BRIN menyampaikan bahwa hasil uji yang dilakukan menunjukkan adanya masalah paru-paru pada sebagian sampel pengguna vape yang diteliti.

Kesehatan paru-paru sangat penting karena organ tersebut berfungsi memasok oksigen ke seluruh tubuh. Gangguan paru-paru dalam jangka panjang dapat berdampak pada kualitas hidup seseorang.

4. Vape Berpotensi Menjadi Celah Penyalahgunaan Narkoba

Selain dampak kesehatan, pemerintah juga menyoroti kemungkinan penyalahgunaan vape sebagai sarana peredaran zat terlarang.

Menurut BRIN, vape menjadi salah satu celah yang perlu diantisipasi karena bentuk dan mekanismenya memungkinkan adanya penyalahgunaan tertentu. Pemerintah melalui BRIN juga melakukan kajian bersama sejumlah pihak terkait untuk memperkuat pencegahan.

Perhatian ini terutama ditujukan untuk melindungi generasi muda agar tidak menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba melalui berbagai modus baru.

Pemerintah Dorong Riset dan Pencegahan

BRIN akan memperkuat kajian terkait dampak vape, pengembangan alat deteksi, serta langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Pemerintah juga melakukan koordinasi dengan lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menyusun langkah berbasis penelitian.

Masyarakat Diminta Lebih Waspada

Penggunaan vape bukan sekadar persoalan gaya hidup, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan jangka panjang.

Masyarakat, terutama anak muda, perlu mendapatkan edukasi bahwa setiap zat yang masuk ke tubuh memiliki risiko tertentu. Keputusan untuk menjaga kesehatan sejak dini dapat mencegah munculnya berbagai penyakit di masa depan.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna vape di Indonesia, kesadaran tentang bahaya vape menjadi hal penting agar masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih bijak demi menjaga kesehatan diri dan keluarga.

 

***

Sumber: BS.