Queensha.id – Edukasi Sosial,
Marah adalah emosi yang wajar dimiliki setiap manusia. Namun, apabila tidak dikendalikan, amarah dapat membuat seseorang berkata kasar, menyakiti orang lain, hingga mengambil keputusan yang disesali di kemudian hari.
Islam mengajarkan umatnya untuk mampu mengendalikan amarah, bukan melampiaskannya. Bahkan, orang yang mampu menahan amarah dan memaafkan orang lain termasuk golongan yang dicintai Allah SWT.
Lalu, bagaimana cara mengelola amarah dalam Islam agar tidak mudah emosi? Berikut penjelasannya.
Islam Mengajarkan Mengendalikan Amarah
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 134 yang menjelaskan bahwa orang-orang bertakwa adalah mereka yang mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.
Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang kuat bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR Bukhari).
Hadis ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada fisik, melainkan kemampuan menguasai emosi.
7 Cara Mengelola Amarah dalam Islam
1. Berlindung kepada Allah SWT
Saat mulai merasa marah, Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa:
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A’ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm.
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Doa ini menjadi ikhtiar agar hati menjadi lebih tenang dan tidak dikuasai bisikan setan.
2. Diam Sebelum Berbicara
Ketika emosi memuncak, sebaiknya jangan langsung membalas perkataan orang lain. Diam sejenak dapat membantu meredakan emosi sehingga tidak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.
3. Belajar Menahan Diri
Menahan amarah bukan berarti memendam emosi tanpa solusi, melainkan mengendalikan respons agar tetap sesuai ajaran Islam dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
4. Berusaha Memaafkan
Setelah emosi mereda, cobalah melihat persoalan dengan kepala dingin. Memaafkan bukan berarti membenarkan kesalahan, tetapi menjadi cara untuk membebaskan hati dari rasa dendam dan kebencian.
5. Jangan Mengambil Keputusan Saat Marah
Ketika emosi sedang tinggi, hindari membuat keputusan penting, mengirim pesan bernada kasar, atau melakukan tindakan yang berpotensi disesali di kemudian hari. Berikan waktu hingga pikiran kembali tenang.
6. Perbanyak Zikir dan Ibadah
Mengingat Allah melalui zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, dan memperbanyak ibadah dapat membantu menenangkan hati. Semakin dekat kepada Allah SWT, seseorang akan lebih mudah bersikap sabar dalam menghadapi ujian kehidupan.
7. Evaluasi Penyebab Emosi
Kenali penyebab yang membuat diri mudah marah, seperti kelelahan, tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau kurangnya komunikasi. Dengan memahami pemicunya, seseorang dapat lebih siap mengendalikan diri ketika menghadapi situasi serupa.
Marah Itu Wajar, tetapi Jangan Dikuasai Amarah
Islam tidak melarang seseorang untuk merasakan marah. Yang dilarang adalah membiarkan amarah menguasai diri hingga menimbulkan perbuatan dosa atau menyakiti orang lain.
Mengendalikan amarah membutuhkan latihan dan kesabaran. Dengan membiasakan diri berlindung kepada Allah SWT, menjaga lisan, memperbanyak ibadah, serta memaafkan sesama, seorang Muslim akan lebih mampu menghadapi berbagai persoalan dengan hati yang tenang dan penuh kebijaksanaan.
Melatih pengendalian diri bukan hanya membawa ketenangan dalam kehidupan, tetapi juga menjadi salah satu jalan untuk meraih cinta dan ridha Allah SWT.
***
Sumber: Queensha Jepara.
Penulis: Vico Rahman.

Tinggalkan Balasan